get app
inews
Aa Text
Read Next : Pemkab Bekasi Nilai CSR Urban Farming Lippo Cikarang Berdampak Positif bagi Warga

Banjir Bekasi Meluas! 40 Desa di 16 Kecamatan Terendam, Ribuan Warga Terdampak

Minggu, 18 Januari 2026 | 16:34 WIB
header img
Banjir Bekasi meluas, 40 desa di 16 kecamatan terendam akibat hujan deras. Foto/Istimewa

BEKASI, iNewsBekasi.id- Kabupaten Bekasi kembali dilanda banjir setelah hujan berintensitas tinggi mengguyur wilayah tersebut sejak Sabtu (17/1) hingga Minggu (18/1/2026). Curah hujan tinggi memicu luapan sejumlah sungai besar dan anak sungai, sehingga air meluber ke permukiman warga di berbagai kecamatan.

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bekasi mencatat, hingga Minggu siang pukul 12.00 WIB, banjir telah merendam 16 kecamatan dan 40 desa dengan total 4.622 kepala keluarga (KK) terdampak.

“Intensitas hujan sangat tinggi dan terjadi cukup lama berimbas meluapnya Kali Gabus, Sungai Cibeet, Sungai Citarum, Kali Sadang, dan Kali Ciherang,” kata Kabid Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Bekasi, Dodi Supriadi, Minggu (18/1/2026).

Ketinggian muka air bervariasi, mulai dari 20 sentimeter hingga mencapai 200 sentimeter di titik terparah. Menurut Dodi, hujan lebat yang turun merata di wilayah hulu dan hilir menjadi pemicu utama bencana banjir Bekasi kali ini, diperparah oleh buruknya sistem drainase serta meluapnya sejumlah sungai besar.

Di Kecamatan Babelan, banjir merendam Desa Buni Bakti yang mencakup enam dusun. Luapan Kali Rawa Gabus dan saluran irigasi DT8 menyebabkan lebih dari 1.000 KK terdampak dengan ketinggian air 30–40 sentimeter. Sejumlah warga terpaksa mengungsi secara mandiri ke tempat yang lebih aman.

Sementara itu, Kecamatan Cabangbungin menjadi salah satu wilayah terdampak terparah. Luapan Kali Ciherang menggenangi Kampung Cabang Dua RT 07 hingga RT 18, dengan sedikitnya 1.213 KK terdampak dan ketinggian air mencapai 50 sentimeter.

Banjir ekstrem juga terjadi di Desa Karang Raharja, Kecamatan Cikarang Utara. Air mencapai 200 sentimeter sehingga tim gabungan BPBD, PMI, dan Brimob melakukan evakuasi warga menggunakan perahu karet.

“Untuk wilayah dengan ketinggian air di atas satu meter, evakuasi menjadi prioritas utama. Kami kerahkan personel dan peralatan, termasuk perahu dan kendaraan operasional,” ujar Dodi.

Sejumlah kawasan perumahan padat penduduk di Bekasi turut terendam, seperti Tambun Utara dan Tambun Selatan yang meliputi Papan Mas, Graha Prima, Setia Mekar, Jatimulya, dan Pusaka Rakyat dengan ketinggian air 60–110 sentimeter.

Di Cikarang Barat, banjir merendam Telaga Asih, Komplek Depsos, Rawa Citra, Babakan, hingga Kampung Bedeng dengan ketinggian 25–50 sentimeter, menyebabkan aktivitas warga lumpuh dan akses jalan terputus.

BPBD juga mencatat banjir di Kecamatan Wanasari yang meliputi Perum Kartika, Villa Mutiara Jaya, Regency 2, Citra Villa, Tridaya, dan Trias. Sebagian wilayah masih tergenang hingga Minggu siang dan proses pendataan terus dilakukan.

Selain merendam permukiman, banjir Bekasi berdampak besar pada sektor pertanian. Di Kecamatan Pasir Tanjung, luapan Kali Cibeet merendam sekitar 45 hektare lahan padi, 7,2 hektare kolam ikan, dan 1,5 hektare tanaman lainnya.

Di Jati Baru, Kecamatan Cikarang Timur, sebanyak 10 KK mengungsi akibat luapan Kali Sadang yang merendam permukiman hingga 80 sentimeter.

“Sebagian warga memilih mengungsi mandiri. Namun, di lokasi dengan risiko tinggi, kami tetap melakukan evakuasi untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan,” ungkap Dodi.

Kepala BPBD Kabupaten Bekasi Muchlis memastikan seluruh unsur terkait terus disiagakan untuk penanganan banjir Bekasi. Petugas melakukan pemantauan debit air, pendataan korban terdampak, serta pendistribusian bantuan logistik.

“Kami berkoordinasi dengan kecamatan, desa, TNI-Polri, PMI, serta relawan kebencanaan. Fokus utama kami adalah keselamatan warga dan pemenuhan kebutuhan dasar bagi masyarakat terdampak,” katanya.

Ia juga mengimbau warga Kabupaten Bekasi, khususnya yang tinggal di bantaran sungai dan wilayah rawan banjir, agar tetap waspada terhadap potensi hujan susulan.

“Cuaca masih cukup dinamis. Kami minta warga tetap siaga dan mengikuti arahan petugas di lapangan. Kami akan terus memantau kondisi terkini terkait cuaca dan tindakan dari pemerintah daerah,” pungkasnya.

 

Editor : Wahab Firmansyah

Follow Whatsapp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
Lihat Berita Lainnya
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut