Cuaca Ekstrem, 20 Kecamatan di Kota dan Kabupaten Bekasi Terendam Banjir
BEKASI, iNewsBekasi.id– Dampak cuaca ekstrem dan hujan dengan intensitas tinggi menyebabkan banjir meluas di Kota dan Kabupaten Bekasi. Hingga Jumat (23/1/2026), banjir dan genangan air dilaporkan terjadi di 20 kecamatan, merendam ribuan rumah dan melumpuhkan aktivitas warga di sejumlah wilayah.
Berdasarkan data BPBD Kabupaten Bekasi, banjir merendam 31 desa di 13 kecamatan. Sementara itu, BPBD Kota Bekasi mencatat genangan air terjadi di 7 kecamatan. Secara keseluruhan, sedikitnya 21.260 warga terdampak, dengan ratusan di antaranya terpaksa mengungsi ke lokasi yang lebih aman.
Kepala BPBD Kabupaten Bekasi Muchlis menjelaskan, banjir dipicu oleh hujan deras yang turun secara terus-menerus sehingga menyebabkan luapan sungai dan genangan di kawasan permukiman, terutama di wilayah utara dan tengah Kabupaten Bekasi.
“Berdasarkan data sementara, banjir berdampak pada 31 desa di 13 kecamatan. Total warga terdampak sebanyak 21.260 orang dan 270 warga terpaksa mengungsi karena rumahnya tidak memungkinkan untuk ditempati,” kata Muchlis, Jumat (23/1/2026).
Adapun kecamatan terdampak di Kabupaten Bekasi meliputi Muara Gembong, Cabangbungin, Pebayuran, Sukakarya, Babelan, Tarumajaya, Tambun Utara, Tambun Selatan, Cibitung, Cikarang Utara, Cikarang Timur, Karang Bahagia, dan Kedungwaringin.
BPBD mencatat genangan tertinggi terjadi di Desa Lenggahsari, Kecamatan Cabangbungin, dengan ketinggian air mencapai 50 hingga 110 sentimeter. Selain itu, banjir juga merendam Desa Sukabakti dan Desa Sukamanah dengan ketinggian air hingga 100 sentimeter.
“Genangan tertinggi membuat aktivitas warga lumpuh dan sebagian harus dievakuasi. Penanganan masih dilakukan hingga pagi ini,” ungkap Muchlis.
Untuk penanganan darurat, BPBD Kabupaten Bekasi telah menyiapkan lima titik pengungsian serta memprioritaskan evakuasi kelompok rentan seperti lansia, anak-anak, dan perempuan.
Tak hanya permukiman, banjir juga berdampak pada sektor pertanian. Sekitar 3.908,9 hektare lahan pertanian dilaporkan terendam, sehingga berpotensi menimbulkan kerugian ekonomi dan ancaman gagal panen. Selain itu, BPBD Kabupaten Bekasi juga menerima laporan tanah longsor di Desa Serang, Kecamatan Setu.
Sementara itu, hujan dengan intensitas sedang hingga deras yang mengguyur Kota Bekasi sejak pagi hari menyebabkan genangan banjir di 7 kecamatan, yakni Rawalumbu, Pondok Gede, Jatiasih, Bekasi Utara, Bekasi Selatan, Mustika Jaya, dan Bekasi Barat.
Plt Kepala Pelaksana BPBD Kota Bekasi Iman Setia Gunawan mengatakan, tingginya curah hujan membuat sistem drainase dan aliran sungai tidak mampu menampung debit air.
“Sejak pagi terjadi hujan dengan intensitas sedang hingga deras yang mengakibatkan genangan di sejumlah wilayah Kota Bekasi. Saat ini petugas masih melakukan pendataan dan pemantauan di lapangan,” kata Iman.
Genangan dengan ketinggian 5 hingga 80 sentimeter tercatat di sejumlah perumahan, seperti Taman Narogong Indah, Bumi Bekasi Utara, Jatibening Permai, Dosen IKIP, Perumnas RW 006, hingga Perumahan Duta Kranji.
Di wilayah Pondok Gede, BPBD Kota Bekasi mengaktifkan lima unit pompa air untuk mengendalikan genangan. Selain itu, BPBD juga melaporkan satu rumah mengalami atap roboh di Kali Abang Rorotan, Bekasi Utara. Penanganan darurat dan penyaluran bantuan telah dilakukan.
Akibat banjir, dua kepala keluarga dengan total tujuh jiwa terpaksa mengungsi ke Aula Kelurahan Kali Baru. Proses evakuasi dilakukan secara terbatas dengan mengutamakan keselamatan warga. Penanganan banjir di Bekasi melibatkan unsur gabungan hingga relawan kebencanaan.
BPBD mengimbau masyarakat di wilayah rawan banjir untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi hujan susulan, menghindari genangan air yang dalam, serta segera melaporkan kondisi darurat melalui Call Center 112.
Editor : Wahab Firmansyah