Kemendagri Gelar FGD Bahas Masa Depan Layanan Darurat 112 Nasional
Sementara itu, Pakar Pelatihan Contact Center Lusi, yang mewakili Grace Heny, menyoroti peran SDM sebagai ujung tombak layanan. Ia mengusulkan adanya kerangka kompetensi khusus bagi petugas, perhatian terhadap kesehatan mental yang rentan terhadap tekanan kerja, serta pentingnya sertifikasi profesi guna menjaga standar kualitas layanan.
FGD dilanjutkan pada sesi kedua melalui diskusi alur eksisting dan pengembangan sistem serta berbagai indikator kinerja dan standar layanan panggilan darurat yang dikemas dalam simulasi sistem.
Empat skenario kejadian darurat, termasuk banjir di Aceh, disimulasikan untuk membedah alur penanganan sesuai kondisi saat ini dan membandingkannya dengan model pengembangan yang diusulkan. Simulasi tersebut difasilitasi oleh ahli komunikasi bencana Bachtiar Hakim bersama tim dari Ditjen Bina Adwil.
Beberapa isu strategis berhasil diidentifikasi, di antaranya standarisasi SLA panggilan darurat, mekanisme penanganan kejadian di wilayah perbatasan antar kabupaten/kota melalui integrasi sistem atau conference call, serta peran pemerintah provinsi dan pusat sebagai pusat pemantauan dan pengendali eskalasi kejadian lintas wilayah.
Hasil FGD tahap pertama ini, termasuk temuan dari simulasi, akan menjadi bahan utama dalam penyusunan dokumen Feasibility Study yang akan divalidasi pada tahap berikutnya.
Sri berharap dokumen tersebut dapat menjadi rujukan bersama dalam perencanaan, penganggaran, serta pelaksanaan pembangunan dan pengembangan layanan 112 secara bertahap dan terkoordinasi sebagai bagian dari penguatan sistem layanan publik dan keselamatan masyarakat.
Editor : Wahab Firmansyah