Korban Kebakaran SPBE Cimuning Bekasi Bertambah, 2 Petugas Keamanan Meninggal Dunia
BEKASI, iNewsBekasi.id- Jumlah korban meninggal dunia dalam insiden kebakaran Stasiun Pengisian Bulk Elpiji (SPBE) di Cimuning, Kota Bekasi, bertambah menjadi dua orang. Kedua korban diketahui merupakan petugas keamanan yang mengalami luka bakar parah hingga di atas 90 persen.
Camat Mustikajaya, Maka Nachrowi, mengungkapkan bahwa korban meninggal dunia bernama Suyadi dan Djaimun. Keduanya menghembuskan napas terakhir pada 5 dan 6 April 2026 setelah sebelumnya menjalani perawatan intensif.
“Saat kejadian, keduanya berada di dalam area SPBE sehingga mengalami luka bakar berat,” ujar Maka Nachrowi kepada wartawan, Selasa (7/4/2026).
Ia menambahkan, kedua korban akan mendapatkan santunan dari BPJS Ketenagakerjaan serta Pemerintah Kota Bekasi.
“Kedua korban akan mendapatkan santunan dari BPJS Ketenagakerjaan maupun dari Pemkot Bekasi,” kata Maka Nachrowi.
Saat ini, proses administrasi santunan masih berjalan dengan melengkapi dokumen penting seperti surat ahli waris dan akta kematian. Kedua korban diketahui merupakan warga Tambun Selatan dan telah dimakamkan.
Selain menimbulkan korban jiwa, kebakaran hebat di SPBE Cimuning juga berdampak luas bagi warga sekitar. Berdasarkan data verifikasi, sebanyak 39 kepala keluarga (KK) terdampak, baik dari wilayah Kota Bekasi maupun luar daerah.
Peristiwa kebakaran terjadi pada malam hari, 1 April 2026, di area SPBE milik PT Indogas Andalan Kita. Api yang berkobar menyebabkan kerusakan signifikan di lingkungan sekitar.
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) mencatat sedikitnya 19 bangunan mengalami kerusakan, meliputi rumah tinggal, kios, tempat usaha, hingga tempat ibadah.
Tak hanya itu, sejumlah kendaraan operasional juga terdampak, termasuk enam unit truk dan beberapa sepeda motor yang hangus terbakar.
Total area yang terdampak kebakaran diperkirakan mencapai sekitar 2.000 meter persegi. Sementara itu, sejumlah korban lainnya hingga kini masih menjalani perawatan di beberapa rumah sakit di wilayah Bekasi.
Editor : Wahab Firmansyah