Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Aa Text
Share:
Read Next : Mutasi Besar Kejaksaan, Diana Wahyu Widiyanti Jabat Kajari Kota Bekasi Gantikan Sulvia Triana
Advertisement . Scroll to see content

Korban Jiwa Kebakaran SPBE Cimuning Bekasi Bertambah, Siswa SMKN 15 Meninggal Dunia di RSCM

Kamis, 09 April 2026 | 09:46 WIB
  • author Abdullah M Surjaya
Korban Jiwa Kebakaran SPBE Cimuning Bekasi Bertambah, Siswa SMKN 15 Meninggal Dunia di RSCM
Korban kebakaran SPBE Cimuning Bekasi bertambah menjadi tiga orang.Foto/Istimewa/Dok

BEKASI, iNewsBekasi.id – Jumlah korban jiwa dalam insiden kebakaran SPBE Cimuning, Kota Bekasi kembali bertambah. Seorang pelajar SMKN 15 Kota Bekasi, Sapta Prihantono, meninggal dunia setelah menjalani perawatan intensif di RSCM Jakarta pada Selasa malam, 7 April 2026.

Sapta diketahui mengalami luka bakar serius di hampir seluruh tubuh akibat ledakan yang terjadi di fasilitas Stasiun Pengisian Bulk Elpiji (SPBE) tersebut. Ia merupakan siswa kelas X di SMKN 15 Kota Bekasi.

Wakil Wali Kota Bekasi, Abdul Harris Bobihoe, mengonfirmasi penambahan jumlah korban meninggal dunia dalam peristiwa tersebut. “Korban meninggal dunia menjadi tiga orang. Sebelumnya dua petugas keamanan meninggal," kata Bobihoe, Kamis (9/4/2026).

Menurut Harris, korban tinggal tidak jauh dari lokasi kejadian di Cimuning. Rumahnya juga mengalami kerusakan parah akibat ledakan gas yang memicu kebakaran hebat tersebut.

Pemerintah Kota Bekasi berencana mengambil langkah tegas dengan memanggil pihak pengelola SPBE, PT Indogas Andalan Kita, serta Pertamina sebagai pemasok gas, guna melakukan evaluasi menyeluruh terhadap standar keselamatan operasional.“Saya kira ada standarisasi perusahaan melalui kerja sama dengan Pertamina. Itu yang akan kita bahas lebih lanjut,” ujarnya.

Sebelumnya, dua korban lain yang merupakan petugas keamanan SPBE, yakni Jaimun (62) dan Suyadi (62), telah lebih dulu meninggal dunia usai menjalani perawatan medis. Suyadi meninggal pada Minggu, 5 April 2026, sementara Jaimun wafat pada Senin, 6 April 2026.

Insiden tragis ini bermula dari ledakan hebat yang terjadi di fasilitas SPBE yang berlokasi di Jalan Cinyosog, Kelurahan Cimuning, Kecamatan Mustika Jaya, Kota Bekasi, pada Rabu, 1 April 2026.

Ledakan tersebut memicu kebakaran besar yang menyebabkan kerusakan serius pada fasilitas dan sejumlah bangunan di sekitarnya.

Pelaksana Tugas Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kota Bekasi, Heryanto, mengungkapkan dugaan awal penyebab kejadian adalah kebocoran gas yang tersulut oleh korsleting listrik.

“Warga sebelumnya mencium bau gas. Diduga ada arus pendek yang memicu ledakan,” katanya.

Hingga saat ini, pihak berwenang masih melakukan penyelidikan lebih lanjut guna memastikan penyebab pasti insiden serta mengevaluasi aspek keselamatan di fasilitas SPBE tersebut.

Editor: Wahab Firmansyah

Related News

Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.

Latest News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut