get app
inews
Aa Text
Read Next : GlobalHealth Asia-Pacific Digelar di Jakarta, Soroti AI hingga Wisata Medis

Penyalahgunaan Ketamin Melonjak, BPOM Perketat Pengawasan

Senin, 20 April 2026 | 17:49 WIB
header img
Penyalahgunaan ketamin mengalami kenaikan dan menjadi ancaman serius. Foto: tangkapan layar.

JAKARTA, iNewsBekasi.id — Penyalahgunaan ketamin kini menjadi ancaman serius, khususnya di kalangan remaja dan dewasa muda. Zat yang sejatinya digunakan sebagai obat anestesi dalam dunia medis tersebut mulai bergeser fungsi menjadi pemicu efek halusinasi yang berbahaya.

Kondisi ini terungkap dalam rapat kerja antara Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) bersama Komisi IX DPR RI pada Senin, 20 April 2026. 

Kepala BPOM Taruna Ikrar memaparkan adanya lonjakan signifikan dalam distribusi ketamin melalui jalur farmasi dalam beberapa tahun terakhir.

Data menunjukkan peningkatan tajam dari tahun ke tahun. Pada 2022, distribusi tercatat sebanyak 134.000, kemudian naik menjadi 235.000 pada 2023, dan melonjak drastis hingga 440.000 pada 2024. Angka ini memicu kekhawatiran adanya kebocoran distribusi ke pihak yang tidak berwenang.

"Khusus ketamin, kami lihat periode 2022-2024 mengalami peningkatan yang sangat signifikan. Ini yang kami waspadai sebagai tren penyalahgunaan," kata Taruna.

Tak ingin kecolongan lebih jauh, BPOM resmi menerbitkan Peraturan Nomor 12 tentang Obat-obat Tertentu. Aturan ini memperketat pengawasan jalur distribusi dari pabrik hingga ke apotek agar tidak ada lagi celah bagi oknum untuk menjual ketamin secara bebas.

Hasilnya? Langkah agresif ini mulai membuahkan hasil. Memasuki tahun 2025, angka penyalahgunaan dilaporkan mulai menunjukkan tren menurun.

Meski demikian, BPOM meminta orang tua dan masyarakat tetap waspada karena peredaran zat ini sering kali bersembunyi di balik kedok obat medis yang sah.

Sebagai informasi, Ketamin bekerja dengan cara menghambat reseptor NMDA di otak. Bagi pasien medis, ini adalah penghilang rasa sakit yang efektif. Namun di tangan anak muda yang mencari sensasi, efek 'disosiatif' atau perasaan seolah jiwa terlepas dari tubuh menjadi daya tarik yang mematikan.

Bahaya Penyalahgunaan Ketamin 

- Halusinasi Parah: Mengaburkan batas realitas dan fantasi.

- Kehilangan Kesadaran: Risiko kecelakaan dan kekerasan seksual saat di bawah pengaruh zat.

- Kerusakan Organ: Penggunaan jangka panjang merusak kandung kemih dan fungsi otak secara permanen.

Editor : Tedy Ahmad

Follow Whatsapp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
Lihat Berita Lainnya
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut