Setelah Jakarta, Bekasi Keluarkan Alarm Waspada Hantavirus dari Tikus
Berdasarkan data surveilans tahun 2025, tercatat ada 10 kasus konfirmasi virus Hanta di Indonesia yang tersebar di lima provinsi, termasuk Jawa Barat. Di Jawa Barat sendiri, dua kasus ditemukan di Kabupaten Bandung Barat dan Kabupaten Ciamis.
Dinas Kesehatan Kabupaten Bekasi meminta seluruh fasilitas kesehatan meningkatkan kewaspadaan terhadap pasien dengan gejala yang menyerupai leptospirosis, demam berdarah, tifoid, maupun gangguan pernapasan akut. Pemeriksaan laboratorium juga diminta diperkuat guna memastikan kemungkinan infeksi virus Hanta.
Masyarakat pun diimbau menjaga kebersihan lingkungan dan menghindari kontak langsung dengan tikus ataupun kotorannya. Warga diminta segera memeriksakan diri apabila mengalami gejala seperti demam, sakit kepala, nyeri badan, batuk, sesak napas, hingga penyakit kuning.
Dalam materi sosialisasi yang dibagikan Dinkes Kabupaten Bekasi, penularan virus Hanta dapat terjadi saat seseorang menghirup udara yang terkontaminasi urine, air liur, atau kotoran tikus yang terinfeksi. Virus juga bisa masuk melalui luka terbuka maupun gigitan tikus.
Sebagai langkah pencegahan, warga diminta rutin membersihkan rumah, menutup celah masuk tikus, menyimpan makanan di wadah tertutup, serta menggunakan masker dan sarung tangan saat membersihkan area kotor maupun tertutup.
Editor : Wahab Firmansyah