Qudwah Indonesia Luncurkan Qurban Strengthening 2026, Distribusi Tembus Gaza hingga Afrika
“Khusus di Mesir, kami bersama Presiden Direktur Qudwah Indonesia akan hadir langsung untuk melakukan penyembelihan dan distribusi kepada pengungsi Palestina,” kata Erwan.
Klaster kedua adalah Global yang menjangkau sejumlah wilayah di Indonesia serta negara-negara Asia dan Timur Tengah. Distribusi dilakukan ke wilayah terdampak bencana di Aceh, Nusa Tenggara Timur, Solok, hingga Kepulauan Sula di Maluku Utara yang masuk kategori daerah 3T.
Deputi Head of Fundraising Qudwah Indonesia, Gerdiansyah Winandi mengatakan, tim Qudwah Indonesia akan turun langsung ke Kepulauan Sula guna memastikan distribusi qurban menjangkau masyarakat di wilayah terpencil.
“Kepulauan Sula memiliki tantangan geografis yang cukup berat karena berbentuk kepulauan dengan akses transportasi dan logistik yang masih terbatas. Dampaknya, akses pangan masyarakat juga cukup sulit,” ujar Gerdiansyah Winandi.
Menurutnya, Qudwah Indonesia akan menyalurkan dan menyembelih dua ekor sapi di wilayah tersebut sebagai bagian dari distribusi qurban untuk masyarakat daerah 3T.
“Alhamdulillah tahun ini Qudwah Indonesia hadir di Kepulauan Sula membawa amanah para pequrban Indonesia. Kami akan mengawal langsung proses qurban mulai dari persiapan hingga distribusi kepada masyarakat,” katanya.
Selain Indonesia, program qurban global juga menjangkau Filipina, Thailand, dan Yaman yang masih menghadapi persoalan kemanusiaan serta keterbatasan pangan.
Sementara pada klaster Afrika, distribusi qurban akan dilakukan di Somalia, Sudan, Chad, hingga Burkina Faso yang selama ini menghadapi persoalan kelaparan, konflik, dan keterbatasan akses pangan.
Berdasarkan laporan Integrated Food Security Phase Classification (IPC), sekitar 1,6 juta warga Gaza atau 77 persen populasi mengalami kelaparan ekstrem. Sementara laporan Save the Children menyebut empat dari lima anak di wilayah konflik menghadapi ancaman malnutrisi akut.
Krisis tersebut diperparah dengan rusaknya sistem pangan dan peternakan di Gaza akibat perang berkepanjangan. Data Food and Agriculture Organization (FAO) Perserikatan Bangsa-Bangsa menunjukkan hampir 95 persen ternak sapi di Gaza mati sehingga masyarakat semakin kesulitan memperoleh akses protein dan bahan makanan.
Editor: Wahab Firmansyah