get app
inews
Aa Text
Read Next : Israel Tangkap 9 WNI Relawan Gaza di Perairan Siprus, Ini Penjelasan Kemlu

Ngeri! Aktivis Global Sumud Flotilla Disetrum dan Dilecehkan di Tahanan Israel

Kamis, 21 Mei 2026 | 10:07 WIB
header img
Para aktivis GSF yang ditahan pasukan Israel mengalami berbagai jenis penyiksaan, seperti disetrum (Screengrab: Al Jazeera)

ISTANBUL, iNewsBekasi.id - Para aktivis kemanusiaan dari Global Sumud Flotilla (GSF) yang ditahan pasukan Israel dilaporkan mengalami berbagai bentuk penyiksaan selama berada di tahanan. Sebanyak 430 aktivis dari lebih dari 40 negara ditahan di penjara Pelabuhan Ashdod setelah kapal mereka dicegat di perairan internasional dekat Siprus, sekitar 400 kilometer dari Gaza, Senin lalu.

Kelompok advokasi hak asasi manusia sekaligus tim kuasa hukum para aktivis, Adalah, mengungkap adanya tindakan kekerasan fisik dan psikologis yang dialami para tahanan.

“Para aktivis mengalami tindakan setrum, selain pelecehan fisik dan psikologis, dalam tahanan Israel,” tulis Adalah dalam keterangannya.

Menurut laporan tersebut, sedikitnya tiga aktivis harus menjalani perawatan di rumah sakit akibat luka serius. Sementara puluhan lainnya dilaporkan mengalami patah tulang rusuk hingga kesulitan bernapas akibat kekerasan selama proses penahanan.

Tim hukum Adalah juga mengumpulkan kesaksian dan dokumentasi terkait dugaan penggunaan sengatan listrik berulang kali terhadap para aktivis GSF.

Selain itu, para aktivis disebut dipaksa berada dalam posisi yang menyakitkan dan merendahkan selama proses pemindahan menuju Pelabuhan Ashdod. Mereka dilaporkan harus berjalan sambil membungkuk dan berlutut dalam waktu lama.

Tak hanya itu, otoritas Israel juga disebut memaksa sejumlah aktivis Muslimah melepas jilbab mereka saat berada dalam tahanan.

Rencananya, para aktivis akan dihadirkan ke pengadilan atau otoritas terkait pada Kamis (21/5/2026) untuk peninjauan status penahanan sebelum proses deportasi dilakukan.

Sebelumnya, Adalah menuding otoritas Israel menjalankan kebijakan kriminal berupa penyiksaan dan penghinaan terhadap para aktivis. Tuduhan itu mencuat setelah Menteri Keamanan Nasional Israel, Itamar Ben Gvir, membagikan video yang memperlihatkan perlakuan tidak manusiawi kepada para aktivis.

Dalam video tersebut, para aktivis tampak berlutut dengan tangan terikat di belakang tubuh dan wajah menghadap lantai. Pada saat bersamaan, mereka diperdengarkan lagu kebangsaan Israel.

Pada akhir April lalu, tentara Israel juga dilaporkan menyerang kapal armada GSF gelombang pertama di perairan internasional lepas pantai Pulau Kreta, Yunani. Konvoi tersebut membawa 345 peserta dari 39 negara dalam misi kemanusiaan menuju Gaza.

Editor : Wahab Firmansyah

Follow Whatsapp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
Lihat Berita Lainnya
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut