Karya Indonesia Bersinar di Italia, Hikayat Perahu Tembus La Biennale Venezia 2026
JAKARTA, iNewsBekasi.id – Dunia seni pertunjukan Indonesia kembali menorehkan prestasi di panggung internasional. Karya berjudul Hikayat Perahu / The Tale of Boat produksi Bumi Purnati resmi terpilih dalam program Performing Arts 2026 di ajang bergengsi La Biennale di Venezia, Italia.
Keikutsertaan tersebut menjadi momentum penting bagi seni pertunjukan Indonesia dalam memperluas eksistensi budaya Nusantara di mata dunia. Pertunjukan ini memadukan kekuatan teater, musik tradisional, dan narasi spiritual Asia Tenggara melalui kolaborasi kreatif lintas disiplin.
Salah satu sorotan utama dalam proyek ini adalah keterlibatan Riccardo Mazzoni, music producer sekaligus founder MusicYes, yang dipercaya menangani keseluruhan produksi audio resmi bersama RM Entertainment dan Red Studio.
Kepercayaan tersebut diberikan langsung oleh Restu Imansari Kusumaningrum, figur penting yang dikenal aktif mendorong perkembangan seni pertunjukan Indonesia di tingkat global.
Pertunjukan Hikayat Perahu / The Tale of Boat disutradarai oleh Sri Qadariatin, yang sebelumnya terlibat dalam produksi karya legendaris Robert Wilson seperti I La Galigo dan Persephone.
Karya ini diadaptasi dari sastra sufi Melayu Syair Perahu karya Hamzah Fansuri yang menggambarkan perjalanan spiritual manusia menuju Tuhan melalui simbolisme sebuah perahu yang mengarungi samudera kehidupan.
Dalam proses produksinya, Riccardo Mazzoni bersama tim Red Studio menangani recording dialog teater, vokal tradisional, instrumen etnik, hingga perkusi budaya Nusantara. Seluruh materi audio kemudian diproses menggunakan pendekatan sound design sinematik, audio restoration, mixing profesional, dan mastering berstandar internasional.
Menurut Riccardo, proyek tersebut memiliki tantangan yang berbeda dibanding produksi musik pada umumnya.
“Instrumen tradisional dan nyanyian budaya tidak bisa diperlakukan seperti produksi pop biasa. Ada resonansi emosional dan spiritual yang harus tetap hidup. Tugas kami bukan sekadar membuat audio terdengar bagus, tetapi memastikan identitas artistiknya tetap utuh ketika dipresentasikan kepada audiens internasional,” ujar Riccardo Mazzoni dalam keterangannya pada Kamis (21/5/2026).
Editor : Wahab Firmansyah