get app
inews
Aa Text
Read Next : Kiper Viral Piala Dunia Dipaksa Ganti Nama usai Gabung Colo-Colo, Vozinha jadi Evora Dias

7 Jersey Timnas Kontestan Piala Dunia 2026 Kena Aturan Baru FIFA, Brasil Istimewa!

Senin, 15 Juni 2026 | 07:37 WIB
header img
FIFA menerapkan aturan baru pada jersey peserta Piala Dunia 2026. Foto: Sport Bible

BEKASI, iNewsBekasi.id - Ada yang berbeda pada Piala Dunia 2026. Salah satunya banyak tim yang mengenakan desain berbeda pada setiap pertandingan. Perbedaan tersebut ternyata merupakan bagian dari aturan baru yang diterapkan FIFA sepanjang turnamen. Tepatnya di patch atau lambang di lengan jersey Piala Dunia 2026.

Sejak awal Piala Dunia 2026, sejumlah pertandingan sudah menyita perhatian publik. Tuan rumah Meksiko membuka turnamen dengan kemenangan 2-0 atas Afrika Selatan yang harus bermain dengan sembilan pemain di Grup A.

Di Grup B, Kanada tampil dominan saat menghadapi Bosnia dan Herzegovina. Namun, mereka harus puas bermain imbang 1-1 setelah sempat tertinggal lebih dulu.

Sementara, Amerika Serikat mencatat salah satu penampilan terbaik fase grup sejauh ini. Tim tuan rumah sukses menghancurkan Paraguay dengan skor telak 4-1 di Grup D.

Sorotan lain muncul saat Brasil bermain imbang 1-1 melawan Maroko pada Sabtu. Dalam pertandingan tersebut, banyak penonton memperhatikan adanya perbedaan mencolok pada patch yang terpasang di lengan kanan jersey kedua tim.

Pemain Brasil terlihat mengenakan patch berwarna emas, sedangkan pemain Maroko menggunakan patch berwarna putih. Perbedaan itu bukan sekadar desain, melainkan bagian dari identitas dan sejarah masing-masing negara di ajang Piala Dunia.

Brasil mendapat hak memakai patch emas karena berstatus lima kali juara dunia. Selain Brasil, hanya enam negara lain yang memperoleh keistimewaan serupa, yakni Argentina, Inggris, Prancis, Jerman, Spanyol, dan Uruguay.

Namun penggunaan patch berbeda tidak hanya berlaku bagi negara-negara juara dunia. FIFA memperkenalkan sistem baru yang membuat seluruh 48 peserta Piala Dunia 2026 menggunakan dua variasi patch selama turnamen berlangsung.

Aturan tersebut dikenal sebagai sistem patch dinamis atau dynamic patch. Melalui aturan ini, warna patch akan berubah sesuai status sebuah tim sebagai tuan rumah administratif atau tim tamu dalam pertandingan tertentu.

Setiap negara setidaknya akan menjalani satu pertandingan sebagai tim tuan rumah administratif atau tim tamu selama fase grup. Karena itu, aturan ini berlaku untuk seluruh peserta turnamen. Pengecualian hanya terjadi pada Ghana dan Yordania yang akan memakai patch yang sama dalam tiga pertandingan fase grup.

Bagi negara yang belum pernah menjuarai Piala Dunia, FIFA menyediakan dua pilihan desain. Pertama, patch berwarna hitam dengan logo Piala Dunia 2026 berwarna putih. Kedua, patch putih dengan logo berwarna hitam. Pemilihan desain disesuaikan dengan warna jersey yang digunakan masing-masing negara.

Sebagai contoh, Meksiko akan mengenakan patch hitam saat berstatus tim tamu administratif. Sebaliknya, Amerika Serikat justru memakai patch hitam ketika berstatus tim tuan rumah administratif.

Untuk negara-negara juara dunia, desainnya sedikit berbeda. Inggris akan menggunakan patch emas dengan isi putih saat menghadapi Kroasia dan Ghana sebagai tim tuan rumah administratif. Saat melawan Panama sebagai tim tamu di Grup L, Inggris akan beralih menggunakan patch putih dengan isi emas.

Brasil juga akan menjalani pergantian serupa. Selecao tetap mengenakan patch emas saat menghadapi Haiti, sebelum beralih menggunakan patch putih ketika melawan Skotlandia pada laga berikutnya.

Selain patch di lengan kanan, FIFA juga menerapkan elemen khusus pada lengan kiri seluruh peserta. Setiap tim akan mengenakan patch yang berkaitan dengan program sosial dan kegiatan amal FIFA. Menariknya, desain patch tersebut akan terus berubah mengikuti fase yang sedang berlangsung dalam turnamen.

Aturan baru ini membuat detail kecil pada jersey menjadi salah satu aspek yang paling banyak diperbincangkan selama Piala Dunia 2026. Selain memperkuat identitas visual setiap negara, FIFA juga menghadirkan cara baru untuk membedakan status dan sejarah masing-masing peserta di panggung sepak bola dunia.

Editor : Tedy Ahmad

Follow Whatsapp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
Lihat Berita Lainnya
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut