get app
inews
Aa Text
Read Next : Belum Bisa ke Tanah Suci? Lakukan 5 Amalan Ini, Pahalanya Setara Haji

Khutbah Jumat: Masjid Quba dan Model Triple Helix Pembangunan Umat

Jum'at, 19 Juni 2026 | 09:59 WIB
header img
Ahmad Zuhdi, PPIH Sektor 3 Mekkah 2026. Foto/istimewa

Ahmad Zuhdi
PPIH Sektor 3 Mekkah 2026

DALAM perjalanan hijrah dari Makkah menuju Madinah, sebelum memasuki gerbang Kota Yatsrib yang kini dikenal sebagai Madinah al-Munawwarah, Rasulullah SAW bersama para sahabat singgah di sebuah tempat bernama Quba. Peristiwa ini bukan sekadar persinggahan biasa dalam perjalanan panjang yang penuh risiko dan pengorbanan. 

Di tempat inilah Rasulullah SAW meletakkan fondasi pertama bagi pembangunan peradaban Islam. Menariknya, yang pertama kali beliau dirikan bukanlah benteng pertahanan untuk menghadapi ancaman kaum Quraisy, bukan pula pusat perdagangan untuk menggerakkan ekonomi umat, melainkan sebuah masjid yang kemudian dikenal sebagai Masjid Quba, masjid pertama yang dibangun atas dasar ketakwaan kepada Allah SWT.

لَّمَسْجِدٌ أُسِّسَ عَلَى ٱلتَّقْوَىٰ مِنْ أَوَّلِ يَوْمٍ أَحَقُّ أَن تَقُومَ فِيهِ ۚ فِيهِ رِجَالٌ يُحِبُّونَ أَن يَتَطَهَّرُوا۟ ۚ وَٱللَّهُ يُحِبُّ ٱلْمُطَّهِّرِينَ

Artinya: "...Sesungguhnya masjid yang didirikan atas dasar takwa (mesjid Quba), sejak hari pertama adalah lebih patut kamu shalat di dalamnya. Di dalamnya masjid itu ada orang-orang yang ingin membersihkan diri. Dan sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang bersih (QS At-Taubah: 108)."

Pilihan Rasulullah SAW untuk mendirikan masjid sebagai bangunan pertama mengandung pesan yang sangat mendalam. Beliau memahami bahwa kekuatan sebuah umat tidak semata-mata ditentukan oleh kekuatan fisik, jumlah pengikut, atau kemajuan ekonomi, melainkan oleh kekuatan dan kualitas iman yang bersemayam dalam hati setiap individu. Karena itu, sebelum membangun masyarakat yang kuat, Rasulullah terlebih dahulu membangun jiwa-jiwa yang kokoh. Sebelum mendirikan peradaban, beliau membina para sahabat radiallahu anhum yang akan menjadi penyangga peradaban tersebut.

Di Masjid Quba, Rasulullah SAW menanamkan nilai-nilai keimanan, ketakwaan, ukhuwah, dan ibadah kepada Allah SWT. Di tempat itu para sahabat berkumpul untuk melaksanakan shalat berjamaah, mendengarkan tilawah Al-Qur'an, memperdalam pemahaman terhadap wahyu yang baru turun, memperbanyak dzikir, bermunajat kepada Allah, dan memperkuat ikatan persaudaraan sesama muslim. Masjid menjadi pusat pendidikan, pusat pembinaan karakter, pusat konsultasi umat, sekaligus pusat penguatan iman. 

Hati para sahabat yang sebelumnya ditempa oleh berbagai ujian di Makkah terus disirami dengan cahaya Al-Qur'an sehingga tumbuh menjadi hati yang bersih, ikhlas, dan siap memikul amanah dakwah yang lebih besar.

Dari proses pembinaan yang berlangsung secara intensif inilah lahir generasi sahabat yang kemudian dikenal sebagai generasi terbaik sepanjang sejarah manusia. Mereka bukan hanya ahli ibadah, tetapi juga pemimpin, pendidik, panglima, negarawan, pedagang, dan dai yang membawa risalah Islam ke berbagai penjuru dunia. 

Editor : Wahab Firmansyah

Follow Whatsapp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
Lihat Berita Lainnya
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut