Belajar dari Jepang, AHY Ajak Praja IPDN Taklukkan Tantangan Geografis Indonesia
AHY menegaskan bahwa pembangunan infrastruktur tidak hanya berfokus pada pembangunan fisik seperti jalan, pelabuhan, bandara, bendungan, maupun jaringan transportasi lainnya.
Lebih dari itu, infrastruktur harus mampu memperpendek jarak ekonomi, memperluas akses layanan publik, dan menciptakan peluang yang setara bagi seluruh masyarakat Indonesia.
Menurut AHY, petani di Papua, nelayan di Maluku, pelaku UMKM di Nusa Tenggara, hingga masyarakat di Pulau Jawa harus memiliki kesempatan yang sama dalam mengakses pendidikan, layanan kesehatan, pasar, dan peluang ekonomi.
Karena itu, pemerataan pembangunan menjadi salah satu kunci utama untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat di seluruh Indonesia.
“Pembangunan yang baik adalah pembangunan yang mampu menghadirkan kesempatan yang setara bagi seluruh rakyat Indonesia,” ungkapnya
AHY juga menyoroti berbagai potensi besar yang dimiliki Indonesia, mulai dari posisi strategis di kawasan Indo-Pasifik, kekayaan sumber daya alam, bonus demografi, hingga stabilitas nasional yang relatif baik.
Menurutnya, tantangan terbesar Indonesia bukanlah kekurangan potensi, melainkan bagaimana mengubah seluruh potensi tersebut menjadi kesejahteraan yang dapat dirasakan secara merata oleh rakyat.
“Bangsa besar bukan bangsa yang bebas dari tantangan. Bangsa besar adalah bangsa yang mampu mengatasi tantangannya,” tuturnya
Menutup kuliah umumnya, AHY mengingatkan para Praja IPDN bahwa mereka akan menjadi bagian dari generasi penerus yang berperan penting dalam mewujudkan pemerataan pembangunan nasional.
Sebagai calon aparatur negara, mereka akan berada di garis depan pemerintahan dan menjadi pelaksana berbagai kebijakan pembangunan di masa depan.
“Kalian akan berada di garis depan pemerintahan Indonesia. Di tangan kalian, pembangunan tidak hanya direncanakan, tetapi diwujudkan,” ucapnya.
Editor : Wahab Firmansyah