get app
inews
Aa Text
Read Next : Sonny Sonjaya Sebut 41 Nama Diduga Terkait Korupsi MBG, Sahroni Ingatkan Risiko Fitnah Tanpa Bukti

Kasus Bang Jago Jagakarsa, Sahroni: Arogansi di Jalan Jadi Bibit Premanise!

Senin, 06 Juli 2026 | 16:53 WIB
header img
FRS pelaku pemukulan terhadap pemotor di Jagakarsa, Jakarta Selatan ditangkap polisi. Foto/Istimewa

JAKARTA, iNewsBekasi.id- Wakil Ketua Komisi III DPR RI Ahmad Sahroni mengapresiasi langkah cepat kepolisian yang menangkap FRS, pelaku penganiayaan terhadap seorang pemotor di Jalan Moch Kahfi II, Jagakarsa, Jakarta Selatan. Sahroni menilai tindakan arogan di jalan raya tidak boleh dibiarkan karena berpotensi memicu tumbuhnya budaya premanisme.

Kasus ini sebelumnya menjadi perhatian publik setelah video dugaan penganiayaan yang dilakukan pengendara sepeda motor Kawasaki Ninja RR terhadap pemotor lain viral di media sosial. Polisi kemudian mengamankan FRS dan menetapkannya sebagai tersangka.

Kapolsek Jagakarsa Kompol Nurma Dewi memastikan status hukum pelaku telah dinaikkan menjadi tersangka. "Sudah, sudah tersangka," kata Kapolsek Jagakarsa Kompol Nurma Dewi saat dihubungi wartawan, Senin (6/7/2026).

Nurma menjelaskan, penyidik menjerat FRS dengan Pasal 352 Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP) tentang penganiayaan.

Menanggapi penangkapan tersebut, Sahroni mengapresiasi respons cepat aparat kepolisian. Namun, ia mengingatkan agar penegakan hukum tidak bergantung pada viralnya sebuah kasus di media sosial.

“Saya apresiasi polisi yang gercep mengamankan pelaku sok jagoan ini. Tapi saya juga berharap jangan sampai masyarakat merasa harus memviralkan dulu sebuah kejadian baru kemudian mendapat keadilan. Setiap laporan kekerasan di jalan harus direspons cepat. Karena kalau tindakan arogan seperti ini dibiarkan, ini merupakan bibit yang lama-lama tumbuh menjadi budaya premanisme brutal. Bahkan bisa berujung kepada tindakan kriminal lainnya, karena pelaku sudah terbiasa mengintimidasi orang lain,” ujar Sahroni dalam keterangannya, Senin (6/7/2026).

Menurut Sahroni, aparat penegak hukum perlu memastikan setiap tindakan kekerasan di jalan ditangani secara cepat dan tegas agar tidak menimbulkan rasa takut di tengah masyarakat.

Ia juga menegaskan bahwa sikap arogan dan merasa paling berkuasa di jalan merupakan perilaku yang harus dilawan karena dapat berkembang menjadi tindak kriminal yang lebih serius.

“Yang harus kita lawan itu mentalitas merasa paling berkuasa di jalan. Hari ini memukul orang, besok bisa saja mengancam dengan senjata atau melakukan tindakan kejahatan yang lebih ekstrem. Karena itu pelaku harus diproses sesuai hukum agar juga memberi efek jera bagi yang lain,” ucap Sahroni.

Sahroni berharap proses hukum terhadap pelaku berjalan sesuai ketentuan yang berlaku sehingga memberikan efek jera sekaligus menjadi peringatan bagi masyarakat agar tidak melakukan aksi kekerasan maupun intimidasi di jalan raya.

Editor : Wahab Firmansyah

Follow Whatsapp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
Lihat Berita Lainnya
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut