Ganti Nama Jawa Barat Jadi Tatar Sunda, DPRD Jabar: Tak Mudah karena Ada Bekasi, Depok dan Cirebon
BANDUNG, iNewsBekasi.id – Wacana perubahan nama Provinsi Jawa Barat (Jabar) menjadi Provinsi Tatar Sunda terus menuai pro dan kontra di tengah masyarakat. Meski aspirasi tersebut telah disampaikan kepada DPRD Jawa Barat, hingga kini belum ada persetujuan karena masih memerlukan pembahasan dan kajian secara komprehensif.
Selain harus melalui mekanisme legislasi, usulan tersebut juga dinilai menghadapi tantangan dari aspek sosiologis mengingat keberagaman budaya yang ada di berbagai wilayah Jawa Barat.
Usulan pergantian nama Provinsi Jawa Barat mendapat penolakan dari sejumlah kalangan, terutama pegiat budaya di kawasan Pantai Utara (Pantura). Sebagian masyarakat juga menilai pemerintah seharusnya lebih memprioritaskan penyelesaian persoalan ekonomi, pendidikan, lingkungan, hingga infrastruktur dibanding membahas perubahan nama provinsi.
Di sisi lain, terdapat kelompok masyarakat yang mendukung perubahan nama tersebut dengan alasan memperkuat identitas budaya Sunda.
Ketua DPRD Jawa Barat, Buky Wibawa, mengatakan DPRD baru menerima aspirasi dari para pengusul dan belum mengambil keputusan apa pun.
Menurutnya, usulan perubahan nama harus dibahas sesuai mekanisme yang berlaku, termasuk melalui pembahasan di komisi sebelum dapat diproses lebih lanjut.
Buky menegaskan, aspek sosiologis menjadi salah satu pertimbangan utama karena Jawa Barat memiliki keberagaman budaya di sejumlah daerah.
"DPRD belum menyampaikan persetujuan karena masih ada tahapan yang harus dilalui. Kita masih berhadapan dengan aspek sosiologis. Kita tahu di Jabar ini ada saudara-saudara dari Cirebon, kemudian ada juga kawasan yang beririsan dengan Betawi, misalnya Depok, Bekasi nah tidak mudah juga menggulirkan penggantian nama dengan kesundaan," ujar Buky.
Menurutnya, karakter budaya masyarakat di Bekasi, Depok, maupun Cirebon menjadi bagian penting yang harus dipertimbangkan sebelum mengambil keputusan terkait perubahan nama provinsi.
Editor: Wahab Firmansyah