Bocah 4 Tahun di Tarumajaya Bekasi Dianiya Ibu Tiri dengan Gayung dan Sikat Gigi hingga Kritis
BEKASI, iNewsBekasi.id- Kasus dugaan kekerasan terhadap anak kembali terjadi di Kabupaten Bekasi. Seorang bocah perempuan berusia empat tahun berinisial QSH mengalami luka berat hingga kritis setelah diduga menjadi korban penganiayaan oleh ibu tirinya di sebuah rumah kontrakan di Desa Segara Makmur, Kecamatan Tarumajaya.
Unit Reskrim Polsek Tarumajaya telah mengamankan seorang perempuan berinisial DM (19), yang merupakan ibu tiri korban. Berdasarkan hasil penyelidikan sementara, kekerasan diduga dilakukan secara berulang sejak Mei hingga awal Juli 2026.
Pelaksana Harian (Plh) Kapolres Metro Bekasi Kombes Pol Ikhlas Putro Wasono mengatakan penanganan kasus tersebut dilakukan setelah polisi menerima laporan pada 9 Juli 2026.
"Korban merupakan anak perempuan berusia empat tahun. Dalam perkara ini, kami telah mengamankan seorang perempuan berinisial DM yang merupakan ibu tiri korban," kata Ikhlas, Senin (13/7/2026).
Kasus ini terungkap setelah UPTD Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Kabupaten Bekasi melaporkan bahwa korban sedang menjalani perawatan intensif di ruang Pediatric Intensive Care Unit (PICU) RSUD Koja, Jakarta Utara, dalam kondisi tidak sadarkan diri.
Menindaklanjuti informasi tersebut, penyidik Unit Reskrim Polsek Tarumajaya mendatangi rumah sakit dan menemukan sejumlah luka yang diduga merupakan akibat kekerasan.
"Berdasarkan hasil visum sementara, ditemukan sejumlah luka lebam pada bagian punggung, dada, wajah, dan perut, serta luka lecet dan luka bakar pada bagian bokong korban," ujarnya.
Dari hasil pemeriksaan awal, DM mengaku melakukan tindakan tersebut dengan dalih mendisiplinkan anak. Polisi menduga kekerasan dilakukan menggunakan berbagai benda, mulai dari gayung, cubitan, hingga sikat gigi yang digunakan untuk melukai tubuh korban.
"Terduga pelaku mengaku melakukan perbuatan tersebut dengan alasan mendisiplinkan korban. Namun, penyidik masih terus mendalami motif dan seluruh rangkaian kejadian," kata Ikhlas.
Sebelumnya, DM sempat menyampaikan kepada tenaga medis bahwa luka yang dialami korban disebabkan karena terpeleset di kamar mandi. Namun, hasil pemeriksaan medis menunjukkan adanya sejumlah luka yang dinilai tidak sesuai dengan keterangan tersebut.
Editor: Wahab Firmansyah