Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Aa Text
Share:
Read Next : WNA Pukuli Warga Bali, Sahroni: Deportasi Tanpa Kompromi!
Advertisement . Scroll to see content

Jadi Tersangka! Ini Peran Mondy Tatto dalam Kasus Pembunuhan Anak Punk di Cikarang

Jum'at, 24 Juli 2026 | 09:58 WIB
  • author Ari Sandita Murti
Jadi Tersangka! Ini Peran Mondy Tatto dalam Kasus Pembunuhan Anak Punk di Cikarang
Mondy Tatto ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus pembunuhan anak punk di Cikarang, Bekasi. (Foto: Istimewa).

BEKASI, iNewsBekasi.id – Perempuan punk yang sempat viral di media sosial, Dita Restu Amanda alias Mondy Tatto, resmi ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus pembunuhan seorang pria bernama Faisal di Cikarang Barat, Kabupaten Bekasi. Polisi juga menetapkan dua tersangka lain, yakni Donal dan Darmin.

Kanit Reskrim Polsek Cikarang Barat, AKP Engkus Kusnadi, menjelaskan bahwa penyidik menangani dua perkara berbeda dalam rangkaian peristiwa tersebut. Kasus pertama merupakan dugaan pengeroyokan yang melibatkan Mondy Tatto dan Donal, sedangkan kasus kedua adalah penusukan yang dilakukan Darmin hingga menyebabkan Faisal meninggal dunia.

"Jadi ada dua laporan polisi yang kita tangani, pertama laporan pengeroyokan, pelakunya si Donal sama si Mondy. Kedua, pelaku penusukan yang menyebabkan mati, itu pelakunya satu orang atas nama Darmin," ujar Engkus kepada wartawan, Kamis (23/7/2026).

Menurut Engkus, insiden bermula ketika Faisal hendak meminjam sepeda motor milik Mondy Tatto. Namun, kendaraan tersebut saat itu sedang digunakan oleh Donal sehingga memicu adu mulut yang berujung perkelahian.

"Sementara motor itu sedang dikuasai atau dipakai sama Donal akhirnya cekcok mulut sampai terjadi perkelahian. Kalau secara normal itu hal yang wajar, cuma masalahnya ini pengaruh sama minuman," katanya.

Polisi mengungkapkan, pertengkaran tersebut dipengaruhi konsumsi minuman beralkohol. Selain itu, diduga terdapat persoalan pribadi antara Faisal dan Donal karena keduanya memiliki kedekatan dengan Mondy Tatto.

"Kita tidak tahu pacaran atau enggak, dia hanya punya hubungan dekat saja lah, jalan ke sana-sini bareng antara si Donal dengan si Mondy," jelas Engkus.

Usai perkelahian pertama dilerai, Faisal, Mondy, Donal, Darmin, dan beberapa rekannya berkumpul di rumah Sultan yang disebut sebagai ketua kelompok anak punk di kawasan Ceger.

Mereka menghabiskan waktu dengan mengonsumsi minuman keras hingga sekitar pukul 03.00 WIB. Setelah itu, rombongan menuju kontrakan Mondy Tatto di Kampung Jatibaru, Kalijaya, Cikarang Barat.

"Mulainya jam 24.00 WIB, pelaku, korban, sama kawan-kawannya itu ngumpul di rumahnya ketua anak punk, namanya Sultan di daerah Ceger. Minum-minum, selesailah sampai jam 03.00 WIB, jam 03.00 WIB mereka pada kembali ke kontrakannya si Mondy di Kampung Jatibaru, Kalijaya, Cikarang Barat," paparnya.

Sekitar pukul 04.00 WIB, cekcok kembali terjadi di dalam kontrakan antara Faisal, Mondy Tatto, dan Donal. Darmin yang mendengar keributan masuk dengan tujuan melerai, namun situasi justru semakin memanas.

"Pelaku ini tahu dalam kontrakan tuh si Mondy, si Donal, sama si Faisal ini lagi berantem lagi di dalam kontrakannya si Mondy. Akhirnya si pelaku ini masuk berniat melerai malah dikepruk pakai gas melon sama korban," ungkap Engkus.

Menurut polisi, Darmin sempat menegur Faisal agar menghentikan pertengkaran. Namun, Faisal disebut memukul Darmin menggunakan tabung gas melon.

Darmin kemudian mengambil pisau yang sebelumnya telah dipinjam dari temannya untuk berjaga-jaga dan menusuk Faisal.

"Nah, dari kejadian itu pelaku ngambil pisau yang sudah disiapkan, ditusuk di situ. Pertama kali di kontrakannya si Mondy, dia ditusuk di bagian punggung belakang, sesuai dengan hasil autopsinya. Habis ditusuk itu, si korban tuh lari ke kontrakan sebelahnya, selang 3 kontrakan, di situ TKP kedua, masih ditusuk sampai 7 kali tusukan," jelasnya.

Korban sempat berusaha menyelamatkan diri dengan berlari keluar kontrakan. Namun, penusukan terus berlanjut hingga Faisal terjatuh di depan pagar kontrakan.

Korban kemudian dilarikan ke rumah sakit, tetapi nyawanya tidak dapat diselamatkan.

Berdasarkan hasil autopsi, penyebab kematian Faisal adalah luka tusukan di bagian dada kanan yang menembus paru-paru hingga menyebabkan pendarahan hebat.

"Dikuatkan dengan hasil autopsi bahwa penyebab kematian itu akibat luka tusukan di dada sebelah kanan yang tembus ke paru-paru sehingga menyebabkan pendarahan," tutup Engkus.

Editor: Wahab Firmansyah

Related News

Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.

Latest News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut