Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Aa Text
Share:
Read Next : Abu Vulkanik Diprediksi Bertahan 2 Hari di Jabar, BMKG Minta Warga Tetap Waspada
Advertisement . Scroll to see content

El Nino Diprediksi Bertahan hingga Oktober 2026, BMKG Perkuat Modifikasi Cuaca

Rabu, 29 Juli 2026 | 10:29 WIB
  • author Binti Mufarida
El Nino Diprediksi Bertahan hingga Oktober 2026, BMKG Perkuat Modifikasi Cuaca
BMKG mengungkap fenomena El Nino di Indonesia saat ini memasuki kategori kuat dan diperkirakan akan bertahan hingga Oktober 2026. (Foto: X)

JAKARTA, iNewsBekasi.id – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprediksi fenomena El Nino yang melanda Indonesia masih akan berlangsung hingga Oktober 2026. Saat ini, kondisi El Nino bahkan telah memasuki kategori kuat, sehingga pemerintah meningkatkan langkah mitigasi untuk menghadapi dampak musim kemarau.

Kepala BMKG Teuku Faisal Fathani mengatakan Presiden Prabowo Subianto telah memberikan arahan agar BMKG memperkuat langkah antisipasi terhadap musim kemarau yang berbarengan dengan El Nino. Salah satu upaya utama yang dilakukan adalah melalui Operasi Modifikasi Cuaca (OMC).

Arahan tersebut disampaikan usai rapat terbatas yang dipimpin Presiden Prabowo Subianto di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Selasa (28/7/2026).

"Iya memang arahannya adalah agar BMKG dapat terus memperkuat dukungan bagi antisipasi dari kemarau yang bersamaan dengan El Nino di tahun 2026," kata Faisal kepada wartawan dikutip, Rabu (29/7/2026).

Menurut Faisal, hasil pemantauan BMKG menunjukkan fenomena El Nino saat ini telah berada pada level kuat. "Untuk saat ini kondisinya sudah masuk ke El Nino kuat ya," tuturnya.

El Nino Berpotensi Sangat Kuat hingga Oktober 2026

BMKG sebelumnya memproyeksikan El Nino masih akan bertahan dalam beberapa bulan mendatang. Bahkan, peluang fenomena tersebut berkembang menjadi kategori sangat kuat diperkirakan mencapai 75 persen.

Kondisi tersebut diperkirakan akan menyebabkan penurunan curah hujan di sebagian besar wilayah Indonesia hingga Oktober 2026, sehingga meningkatkan risiko kekeringan dan kebakaran hutan serta lahan (karhutla).

Editor: Wahab Firmansyah

Related News

Latest News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut