get app
inews
Aa Text
Read Next : Gunung Merapi Muntahkan Awan Panas, Warga Diminta Jauhi Alur Sungai

Gunung Merapi Meletuskan Awan Panas Guguran 1,8 Km, Warga Diminta Menjauh

Rabu, 12 Agustus 2026 | 10:19 WIB
header img
Gunung Merapi kembali meluncurkan awan panas guguran pada, Rabu (12/8/2026), pada pukul 08.50 WIB dengan estimasi jarak luncur mencapai 1,8 km. (Foto: Dok. BPPTKG)

JAKARTA, iNewsBekasi.idGunung Merapi kembali meluncurkan awan panas guguran pada Rabu (12/8/2026) pagi. Berdasarkan informasi Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG), awan panas guguran terjadi pada pukul 08.50 WIB dengan estimasi jarak luncur mencapai 1.800 meter atau 1,8 kilometer (km).

Dalam laporan BPPTKG, awan panas guguran tersebut memiliki amplitudo maksimum 49,58 milimeter dengan durasi 82,61 detik. Material guguran bergerak ke arah barat daya menuju hulu Kali Krasak dan ke arah selatan menuju hulu Kali Boyong.

"Masyarakat diimbau untuk menjauhi daerah bahaya dan alur sungai yang berhulu di Gunung Merapi serta mematuhi rekomendasi resmi," tulis imbauan Badan Geologi.

Sementara itu, berdasarkan laporan aktivitas Gunung Merapi periode pengamatan pukul 00.00-06.00 WIB, BPPTKG mencatat aktivitas kegempaan masih didominasi gempa guguran dan gempa hybrid atau fase banyak.

Tercatat sebanyak 20 kali gempa guguran dengan amplitudo 2-36 mm dan durasi 49,39-155,23 detik. Selain itu, terjadi 23 kali gempa hybrid/fase banyak dengan amplitudo 2-34 mm dan durasi 22,14-55,09 detik.

Dalam periode enam jam tersebut, petugas juga mengamati tujuh kali guguran lava ke arah barat daya. Guguran lava tersebut mengarah ke Kali Sat/Putih, Kali Krasak, Kali Bebeng, dan Kali Boyong. Jarak luncur maksimum guguran lava tercatat mencapai 1.900 meter.

Gunung Merapi Masih Berstatus Level III Siaga

Secara visual, Gunung Merapi terpantau jelas. Asap kawah berwarna putih dengan intensitas tipis terlihat setinggi sekitar 25 meter di atas puncak kawah.

Cuaca di kawasan puncak dilaporkan cerah dengan suhu udara berkisar antara 14,8 hingga 17,2 derajat Celsius.

BPPTKG menyatakan status Gunung Merapi masih berada pada Level III atau Siaga. Berdasarkan data pemantauan, suplai magma masih berlangsung sehingga berpotensi memicu awan panas guguran di kawasan yang masuk daerah potensi bahaya.

Potensi bahaya berupa guguran lava dan awan panas berada di sektor selatan-barat daya. Ancaman tersebut meliputi Sungai Boyong sejauh maksimal 5 km, serta Sungai Bedog, Krasak, dan Bebeng sejauh maksimal 7 km.

Sementara itu, di sektor tenggara, potensi bahaya meliputi Sungai Woro sejauh maksimal 3 km dan Sungai Gendol sejauh maksimal 5 km.

BPPTKG mengingatkan masyarakat agar tidak melakukan aktivitas di daerah yang masuk kawasan potensi bahaya Gunung Merapi.

Masyarakat juga diminta mewaspadai ancaman lahar dan awan panas guguran, terutama ketika hujan turun. Selain itu, warga diminta mengantisipasi gangguan akibat abu vulkanik apabila terjadi erupsi Gunung Merapi.
 

Editor : Wahab Firmansyah

Follow Whatsapp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
Lihat Berita Lainnya
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut