get app
inews
Aa Text
Read Next : Amalan dan Keutamaan Rabiul Awal, Bulan Menyambut Kelahiran Nabi Muhammad SAW

Jenazah Ditolak Bumi hingga Diterkam Singa, Ini 3 Kisah Penista Agama di Zaman Nabi

Jum'at, 14 Agustus 2026 | 11:34 WIB
header img
Penistaan terhadap ayat-ayat Al-Qur'an merupakan persoalan serius dalam ajaran Islam. Foto/Ilustrasi/X

AKARTA, iNewsBekasi.id – Penistaan terhadap ayat-ayat Al-Qur'an merupakan persoalan serius dalam ajaran Islam. Dalam sejumlah riwayat dan literatur keislaman, terdapat kisah orang-orang yang dianggap menghina Nabi Muhammad SAW atau berdusta terkait wahyu, yang kemudian mengalami akhir kehidupan tragis.

Bagaimana kisahnya? Berikut tiga cerita yang disebut dalam hadis dan kitab tafsir.

3 Kisah Penista Agama di Zaman Nabi SAW

1. Jenazahnya Ditolak Bumi karena Dusta

Dalam hadis yang diriwayatkan Imam Muslim dari jalur Anas bin Malik, disebutkan kisah seorang laki-laki dari Bani Najjar yang pernah membaca surah Al-Baqarah dan Ali Imran serta menjadi penulis wahyu untuk Rasulullah SAW.

Namun, laki-laki tersebut kemudian melarikan diri dan bergabung dengan Ahli Kitab. Mereka memujinya dan mengatakan bahwa orang tersebut pernah menjadi penulis wahyu bagi Nabi Muhammad SAW.

Tidak lama kemudian, Allah SWT menimpakan bencana kepadanya hingga meninggal dunia.

Mereka kemudian menggali kuburan dan menguburkan jasadnya. Namun, keesokan harinya bumi memuntahkan jasad tersebut ke permukaan.

Mereka kembali menggali kuburan dan menguburkannya. Akan tetapi, pada hari berikutnya jasad tersebut kembali dimuntahkan oleh bumi. Peristiwa itu berulang hingga akhirnya mereka membiarkan jasad tersebut tergeletak.

Dalam hadis tersebut disebutkan:

"Di antara kami ada seorang laki-laki dari Bani Najjar yang telah membaca surah al- Baqarah dan surat Ali Imran dan dia seorang penulis wahyu untuk Rasulullah SAW. Kemudian, dia pergi melarikan diri dan bergabung bersama Ahli Kitab yang menyanjungnya. Mereka berkata, 'Orang ini pernah menjadi penulis wahyu bagi Muhammad', sehingga mereka pun mengaguminya. Tidak beberapa lama kemudian Allah menimpakan bencana pada orang itu hingga kematiannya."

"Mereka para ahli kitab menggali kuburan untuknya dan menguburkannya. Keesokan harinya bumi telah memuntahkan jasad orang itu ke permukaan."

"Mereka ahli kitab itu pun menggali kuburan kembali dan menguburkannya, tetapi keesokan harinya bumi kembali memuntahkan jasad orang itu. Lagi-lagi mereka menggali kuburan dan menguburkan jasad orang itu dan begitu pula keesokan harinya bumi memuntahkan kembali jasad tersebut. Akhirnya, mereka ahli kitab membiarkan jasad orang itu terbuang." (HR Muslim).

Ibnu Taimiyah menjelaskan bahwa orang tersebut dianggap terkutuk karena dusta yang dilakukannya. Menurut penjelasan tersebut, ia bukanlah penulis wahyu sebagaimana yang diklaim. Penolakan bumi terhadap jasadnya disebut sebagai hukuman atas kebohongannya.

Editor : Wahab Firmansyah

Follow Whatsapp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
Lihat Berita Lainnya
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut