Jenazah Ditolak Bumi hingga Diterkam Singa, Ini 3 Kisah Penista Agama di Zaman Nabi
Kisah berikutnya menceritakan seseorang bernama Gorts bin al-Harts yang berniat membunuh Nabi Muhammad SAW.
Ketika ditanya mengenai rencananya, dia menjawab:
"Aku akan berkata padanya, berikan pedangmu. Jika dia (Nabi SAW) memberikannya kepadaku, maka kubunuh dengan pedang itu."
Gorts kemudian mendatangi Rasulullah SAW dan meminta pedang beliau. Nabi SAW memberikan pedang tersebut.
Namun, ketika pedang berada di tangannya, Gorts justru mengalami ketakutan hingga tangannya bergetar. Pedang yang dipegangnya pun terjatuh.
Rasulullah SAW kemudian bersabda:
حال الله بينك وبين ما تريد
"Allah SWT ada di antaramu dan apa yang kamu inginkan." (Al-Dur al-Mantsur)
Kisah tersebut menggambarkan bagaimana rencana Gorts untuk menyerang Rasulullah SAW tidak berhasil.
Dalam tafsir Ibnu Katsir disebutkan kisah Utbah bin Abu Lahab, putra Abu Lahab, yang mempersiapkan diri untuk berangkat ke Syam.
Utbah disebut pernah berkata:
"Demi Tuhan, marilah kita pergi kepada Muhammad dan menyakiti dirinya."
Utbah juga pernah berbicara keras kepada Rasulullah SAW dan menyatakan akan menceraikan putri beliau, Ruqayyah, yang ketika itu belum pernah digaulinya.
Atas tindakan tersebut, Nabi Muhammad SAW berdoa kepada Allah SWT:
"Ya Allah, kirimkan kepadanya salah satu dari anjing-anjing-Mu."
Setelah itu, Utbah memimpin sebuah kafilah dagang menuju Syam. Ketika rombongan berada di daerah bernama al-Ghadirah, tiba-tiba terdengar suara auman singa dari kejauhan.
Mengingat doa Nabi SAW, Utbah kemudian bertanya kepada rombongannya dengan ketakutan:
"Suara apa yang kita dengar?"
Unta-unta dalam kafilah tersebut menjadi ketakutan setelah mendengar auman singa. Tidak lama kemudian, seekor singa terlihat di belakang dataran tinggi.
Para anggota kafilah menyadari bahwa doa Rasulullah SAW disebut telah terkabul. Utbah pun ketakutan dan berusaha menyelamatkan diri serta barang dagangannya.
Namun, singa tersebut kemudian menyerang Utbah. Dalam kisah yang dinukil dalam tafsir Ibnu Katsir, singa itu mencabik-cabik tubuh Utbah hingga akhirnya ia tewas. Sementara itu, singa tersebut tidak melukai unta maupun anggota rombongan lainnya dan kemudian menghilang.
Editor : Wahab Firmansyah