get app
inews
Aa Text
Read Next : Film Pramuka Hadirkan Petualangan Keluarga, Sarat Edukatif untuk Generasi Emas Indonesia

Film Paket Santet Bawa Dendam Masa Lalu ke Bioskop, mulai 27 Agustus 2026

Selasa, 18 Agustus 2026 | 12:33 WIB
header img

JAKARTA, iNewsBekasi.id - Candaan, sikap hingga sebuah momen yang terasa sepele bagi seseorang dan mudah dilupakan, ternyata bisa meninggalkan luka mendalam bagi orang lain. Bahkan, seseorang yang pernah disakiti tidak pernah benar-benar melupakan orang yang menyakitinya.

Inilah yang menjadi salah satu lapisan teror dalam Paket Santet, film horor garapan BASE Entertainment. Film  yang disutradarai Dinna Jasanti ini memadukan santet, misteri, gore, dan teror yang dekat dengan keseharian, yang mengajak penonton menelusuri sebuah dendam dari masa lalu yang menghantui dan mengancam nyawa.

Teror dimulai pada mulai 27 Agustus 2026 di seluruh bioskop Indonesia, di mana kisahnya mengikuti kehidupan Deva (Fatih Unru), Bela (Yasamin Jasem), Celia (Gabriella Ekaputri), Ale (Fadly Faisal), Firza (Fiki Naki), Glen (Farandika), dan Kiki (Azela Putri), tujuh mahasiswa yang menjadi sasaran santet melalui paket yang sengaja dikirim kepada mereka.

Satu per satu dari mereka menyadari bahwa apa yang terjadi bukanlah kebetulan. Ada seseorang yang sengaja memilih mereka sebagai korban dengan alasan yang berakar pada kejadian di masa lalu.

Di balik teror tersebut, Paket Santet membawa tema tentang luka yang tidak pernah benar-benar selesai. Sesuatu yang bagi seseorang mungkin hanya dianggap candaan, kesalahan kecil atau peristiwa yang sudah dilupakan, ternyata bisa meninggalkan luka panjang bagi orang lain. Ketika luka itu berubah menjadi dendam, masa lalu akhirnya kembali menuntut balasan.

Produser Shanty Harmayn mengatakan Paket Santet berangkat dari sesuatu yang sangat dekat dengan keseharian. Namun menjadi teror mencekam, di mana kisahnya ditulis oleh Obe Karel, Titien Wattimena dan Ambaridzki Ramadhantyo. Pada kesempatan ini, Shanty tidak sendiri, ditemani Aoura Lovenson Chandra dan Tanya Yuson menjadi produser.

"Dari tindakan sederhana seperti menerima sebuah paket kemudian membawa kita ke pertanyaan yang lebih jauh, bagaimana jika orang yang pernah kita sakiti ternyata tidak pernah melupakan apa yang terjadi? Di BASE Entertainment, kami ingin membuat horor yang bukan hanya memberikan ketakutan, tetapi punya angle lain yang juga membuat penonton berpikir tentang konsekuensi dari perilaku kita terhadap orang lain,” kata Shanty.



 
Sementara,  Fatih Unru yang menyelami karakter Deva, menilai kekuatan film ini justru terletak pada seberapa dekat konfliknya dengan kehidupan nyata.

“Paket Santet membuat saya berpikir ulang tentang hal-hal kecil dalam pertemanan yang sering kita anggap sudah selesai. Candaan, sikap, atau momen yang mungkin bagi kita sudah dilupakan, ternyata bisa menjadi luka bagi orang lain. Berperan sebagai Deva membuat saya sadar bahwa perundungan tidak selalu datang dalam bentuk besar dan terlihat. Kadang justru hal kecil yang kita anggap sepele bisa meninggalkan luka paling lama,” ujar Fatih.

Lewat perpaduan teror santet, misteri, gore, dan konflik yang dekat dengan kehidupan anak muda, Paket Santet mengajak penonton melihat bahwa sesuatu yang dianggap sudah berlalu belum tentu benar-benar selesai. Karena terkadang, yang paling berbahaya bukan apa yang kita lakukan, melainkan apa yang orang lain ingat dari perbuatan kita. 

Editor : Tedy Ahmad

Follow Whatsapp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
Lihat Berita Lainnya
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut