get app
inews
Aa Text
Read Next : Kejagung Panggil Lagi Eks Jampidsus Febrie Adriansyah, Sahroni: Bukti Penegakan Hukum Tak Main-main!

WNA India Selundupkan Emas Ilegal ke Dubai, Sahroni Desak Bongkar Pembeking Lokal

Selasa, 18 Agustus 2026 | 17:56 WIB
header img
Bareskrim Polri menggagalkan penyelundupan emas ilegal ke Dubai dan menangkap 2 WN India. (Foto: Istimewa)

JAKARTA, iNewsBekasi.id- Direktorat Tindak Pidana Tertentu (Dittipidter) Bareskrim Polri membongkar dugaan jaringan penambangan emas ilegal yang melibatkan dua warga negara (WNA) asal India. Hasil penambangan tersebut diduga akan diselundupkan ke Dubai, Uni Emirat Arab (UEA).

Pengungkapan kasus ini mendapat apresiasi dari Wakil Ketua Komisi III DPR RI Ahmad Sahroni. Ia meminta aparat tidak hanya menangkap pelaku di lapangan, tetapi juga mengusut pihak-pihak yang diduga menjadi pembeking jaringan tersebut.

Dirtipidter Bareskrim Polri Brigjen Pol Mohammad Irhamni mengatakan, pengungkapan kasus berawal dari penelusuran aktivitas penambangan emas ilegal dari hulu hingga hilir. Jaringan tersebut diperkirakan mampu mengolah material emas hingga sekitar 30 kilogram per hari.

Menurut Sahroni, besarnya kapasitas produksi tersebut mengindikasikan bahwa aktivitas ilegal itu tidak mungkin dilakukan hanya oleh satu atau dua orang.

“Saya apresiasi langkah tegas Bareskrim membongkar aktivitas emas ilegal ini. Inilah salah satu yang dimaksud oleh Presiden Prabowo, di mana kekayaan alam Indonesia dicuri dan dinikmati secara ilegal oleh pihak tak bertanggungjawab. Sudah pelakunya WNA India, ilegal pula. Apalagi produksinya sampai puluhan kilogram per hari, jadi tidak mungkin ini hanya kerja satu-dua orang. Maka saya minta semua pihak yang terlibat, termasuk jika ada WNI maupun oknum yang membekingi, harus diusut sampai tuntas,” ujar Sahroni dalam keterangannya, Selasa (18/8/2026).

Sahroni juga meminta aparat penegak hukum membongkar seluruh rantai aktivitas penambangan dan penyelundupan emas ilegal tersebut. Ia menegaskan, pengusutan tidak boleh berhenti pada pelaku lapangan.

“Pokoknya jangan berhenti di pelaku lapangan. Putus seluruh rantainya dari hulu sampai hilir, siapa yang menambang, mengolah, menampung, membekingi, sampai yang hendak menyelundupkan, semuanya harus ditindak tegas. Kekayaan alam Indonesia harus kembali sebesar-besarnya untuk kepentingan negara dan masyarakat,” tegas Sahroni.

Editor : Wahab Firmansyah

Follow Whatsapp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
Lihat Berita Lainnya
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut