SMK Go Global Gelombang 3 Dibuka 1-11 September, Ada Pelatihan Gratis dan Uang Saku
Selain bersedia bekerja di luar negeri, peserta juga harus mendapatkan izin dari orang tua, wali, suami, atau istri.
Ketentuan tersebut diterapkan agar peserta dan keluarga memiliki kesiapan, termasuk secara mental, sebelum mengikuti rangkaian persiapan untuk bekerja di luar negeri.
"Di sini kita tidak main-main, ini program ini dikelola secara profesional, kamu dilatih, kamu harus siap bekerja di luar negeri," katanya.
Pelatihan SMK Go Global dilakukan secara tatap muka. Sistem pelatihan dapat berupa boarding maupun non-boarding, menyesuaikan kebutuhan dan kondisi peserta.
Seluruh biaya pelatihan ditanggung pemerintah. Peserta juga mendapatkan makan tiga kali sehari selama mengikuti program. Selain itu, peserta akan mendapatkan uang saku setelah menyelesaikan seluruh program pelatihan.
Kebijakan pemberian uang saku di akhir pelatihan diterapkan agar peserta mengikuti program sampai tuntas. "Uang saku itu diberikan di akhir, karena kita tidak mau nanti hanya beberapa hari, lalu enggak ini ya, jadi harus betul-betul selesai dulu programnya," tegasnya.
Meski menggunakan nama SMK Go Global, program ini tidak hanya diperuntukkan bagi lulusan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK). Christina mengatakan masyarakat umum, termasuk lulusan perguruan tinggi, juga dapat mengikuti program tersebut selama memiliki keinginan untuk bekerja di luar negeri.
"Pesertanya bisa siapa saja. Masyarakat umum juga dimungkinkan untuk menjadi peserta, lulusan D3, S1, S2, kalau punya aspirasi bekerja ke luar negeri, ini menjadi sarana yang sangat baik untuk itu," pungkas Christina.
Editor : Wahab Firmansyah