Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Aa Text
Share:
Read Next : Mutasi Besar Kejaksaan, Diana Wahyu Widiyanti Jabat Kajari Kota Bekasi Gantikan Sulvia Triana
Advertisement . Scroll to see content

Dari Sampah Jadi Cuan, FIA UI Dorong 52 UMKM Kota Baru Bekasi Bangun Usaha Berkelanjutan

Selasa, 29 September 2026 | 20:20 WIB
  • author Wahab Firmansyah
Dari Sampah Jadi Cuan, FIA UI Dorong 52 UMKM Kota Baru Bekasi Bangun Usaha Berkelanjutan
FIA UI memberdayakan 52 UMKM Kota Baru Bekasi melalui Pelita 2026 dengan edukasi sustainable entrepreneurship. Foto/Istimewa

Setelah mendapatkan materi, para pelaku UMKM mengikuti sesi mentoring dalam kelompok yang didampingi fasilitator.

Mentoring dilakukan untuk memahami kondisi dan permasalahan masing-masing UMKM secara lebih mendalam. Fasilitator mengajak peserta mengenali usaha yang dijalankan, menemukan masalah utama, menggali penyebabnya, serta mendiskusikan alternatif langkah yang dapat dilakukan.

Dari proses mentoring, ditemukan sejumlah persoalan yang dihadapi pelaku UMKM. Di antaranya keterbatasan sumber dana sebagai modal usaha, pencatatan keuangan yang belum teratur, serta pola penjualan yang bersifat musiman.

Kondisi tersebut membuat peserta perlu menyesuaikan target konsumen dengan karakteristik usaha masing-masing.

Berbagai permasalahan itu kemudian dikaitkan dengan materi 3 Jurus Warung Tangguh untuk membantu pelaku UMKM menemukan langkah sederhana yang dapat dilakukan sesuai kondisi bisnis mereka.

Selain mendapatkan edukasi mengenai kewirausahaan berkelanjutan, peserta juga mengikuti praktik upcycling botol plastik menjadi aksesori sederhana bersama tim Rue. Rangkaian kegiatan dilanjutkan dengan workshop upcycling plastik yang dipandu Alika Najma, pemilik brand aksesori Rue (@by_rue).

Dalam sesi tersebut, pelaku UMKM diperkenalkan pada pemanfaatan botol plastik bekas sebagai bahan dasar aksesori sederhana berupa backcharm atau gantungan kunci.

Peserta kemudian mengikuti proses pembuatan secara langsung dengan menggunakan berbagai alat dan bahan pendukung serta mendapatkan pendampingan dari tim Rue.

Salah satu peserta, Yani Nuryani, pelaku usaha bidang herbal, mengaku mendapatkan pengetahuan baru dari kegiatan tersebut.

“Alhamdulillah di sini kita dapat ilmu banyak sekali untuk menjalankan UMKM. Saya punya warung di rumah, jadi bisa nambah ilmu lagi. Terus kita juga dapat ilmu yang benar-benar baru buat saya, ternyata dari limbah plastik bisa jadi aksesoris yang ciamik banget. Alhamdulillah menjadi pengalaman baru yang tidak bisa dilupakan,” ujar Yani Nuryani, pelaku usaha bidang herbal.

Pendampingan bagi pelaku UMKM tidak berhenti setelah seluruh rangkaian kegiatan Pelita 2026 selesai. Para peserta diarahkan untuk bergabung dalam grup koordinasi sesuai kelompok mentoring masing-masing.

Grup tersebut menjadi sarana bagi pelaku UMKM untuk menyampaikan informasi maupun kendala yang dihadapi dalam menjalankan usaha kepada fasilitator. Pendampingan tersebut akan berlangsung selama lima bulan setelah kegiatan.

Melalui program pengabdian kepada masyarakat Pelita 2026, pelaku UMKM di Kota Baru diharapkan dapat memahami konsep sustainable entrepreneurship dan menerapkan 3 Jurus Warung Tangguh sesuai dengan kondisi usaha masing-masing.

Program tersebut sekaligus memperkenalkan pemanfaatan sampah sebagai salah satu bagian dari upaya membangun usaha yang lebih berkelanjutan dan memiliki nilai ekonomi.

Editor: Wahab Firmansyah

Related News

Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.

Latest News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut