Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Aa Text
Share:
Read Next : Brigjen Lalu Muhammad Iwan Jadi Tersangka Korupsi MBG, Diduga Atur Penjualan Ompreng ke Mitra SPPG
Advertisement . Scroll to see content

BGN Uji Coba Prasmanan di Program MBG, Siswa Bisa Ambil Tambahan Makanan

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 13:23 WIB
  • author Zakky Mubarok
BGN Uji Coba Prasmanan di Program MBG, Siswa Bisa Ambil Tambahan Makanan
BGN uji coba sistem prasmanan dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG). Siswa bisa mengambil tambahan makanan dengan tetap mengikuti standar gizi. Foto: AI

JAKARTA, iNewsBekasi.id– Badan Gizi Nasional (BGN) menguji coba sistem penyajian prasmanan dalam Program Makan Bergizi Gratis (MBG). Melalui mekanisme ini, siswa tetap mendapatkan porsi awal sesuai standar gizi, tetapi dapat mengambil tambahan makanan jika masih membutuhkan dan persediaan masih tersedia.

Kepala BGN Sudaryono menjelaskan, penerapan sistem prasmanan dalam program MBG akan dilakukan secara bertahap melalui uji coba dan evaluasi. Kesiapan dapur penyedia makanan, sekolah, peralatan, serta kebutuhan peserta didik menjadi pertimbangan utama sebelum sistem tersebut diterapkan.

“Prasmanan ini bukan berarti bisa diterapkan begitu saja. Dapurnya harus dilatih, sekolahnya juga harus dilatih, dan kami harus memastikan semuanya siap. Setelah itu, baru bisa diterapkan secara bertahap dengan standar yang sama,” ujar Sudaryono dalam keterangan resminya, dikutip Sabtu (17/10/2026).

Menurut Sudaryono, sistem prasmanan berpotensi meningkatkan efektivitas pemenuhan gizi siswa. Meski demikian, setiap anak tetap harus menerima porsi awal sesuai takaran yang telah ditetapkan.

Setelah seluruh siswa mendapatkan porsi awal, makanan tambahan dapat disediakan bagi mereka yang masih membutuhkan. Dengan mekanisme tersebut, kebutuhan makan siswa diharapkan dapat terlayani secara lebih optimal.

“Porsi awal tetap harus ditakar sesuai standar. Setelah semua siswa mendapatkan bagiannya, disiapkan pula makanan tambahan untuk siswa yang masih membutuhkan. Dengan begitu, kebutuhan makan siswa dapat dilayani dengan lebih baik,” jelasnya.

Sistem Prasmanan MBG Disesuaikan dengan Usia Siswa

BGN juga mempertimbangkan perbedaan kebutuhan gizi anak berdasarkan usia dan jenjang kelas. Kebutuhan makan siswa kelas satu sekolah dasar, misalnya, berbeda dengan siswa kelas empat.

Karena itu, mekanisme penyajian prasmanan perlu disesuaikan agar siswa dapat mengambil makanan sesuai kebutuhan, tanpa mengabaikan standar pemenuhan gizi yang telah ditetapkan.

Penerapan sistem ini juga membutuhkan edukasi dan pemahaman dari orang tua. Dukungan tersebut dinilai penting agar mekanisme penyajian makanan dalam program Makan Bergizi Gratis dapat berjalan dengan baik.

Selain itu, BGN menegaskan bahwa sekolah yang belum siap menerapkan sistem prasmanan tetap dapat menjalankan program MBG dengan mekanisme penyajian yang selama ini digunakan.

“Setiap sekolah memiliki kondisi dan kebutuhan yang berbeda. Karena itu, kami ingin memastikan sekolah yang menerapkan prasmanan benar-benar siap. Standarnya harus sama, mulai dari kesiapan pelaksana hingga peralatan yang digunakan, agar pelaksanaannya tidak menimbulkan persoalan baru,” ungkapnya.

Dengan uji coba dan evaluasi secara bertahap, BGN berupaya memastikan sistem prasmanan dalam program MBG dapat diterapkan sesuai kesiapan sekolah dan kebutuhan siswa, sekaligus menjaga standar pemenuhan gizi.

Editor: Wahab Firmansyah

Related News

Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.

Latest News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut