Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Aa Text
Share:
Read Next : APBN 2027 Disahkan, Sahroni: Fokuskan untuk Kesejahteraan Rakyat
Advertisement . Scroll to see content

Pabrik Tramadol Ilegal di Bandung Digerebek, Sahroni: Cari Sumber Bahan Bakunya Sampai Ketemu!

Senin, 19 Oktober 2026 | 17:27 WIB
  • author Wahab Firmansyah
Pabrik Tramadol Ilegal di Bandung Digerebek, Sahroni: Cari Sumber Bahan Bakunya Sampai Ketemu!
Kapolda Jabar Irjen Pol Hengki menunjukkan mesin pembuat Tramadol dan Heximer di pabrik obat keras dalam kompleks pergudangan Bizpark, Kopo, Bandung. (Foto: Humas Polda Jabar).

Sahroni meyakini pengungkapan pabrik obat keras ilegal di Bandung tersebut perlu ditindaklanjuti dengan penyelidikan lebih mendalam untuk mengungkap pihak-pihak yang diduga berada di balik operasionalnya.

Dia menyoroti kapasitas produksi yang diperkirakan mencapai 250 juta butir obat. Menurutnya, angka tersebut menunjukkan besarnya potensi peredaran obat berbahaya apabila seluruh produk masuk ke pasar ilegal.

Sahroni pun meminta kepolisian dan Badan Narkotika Nasional (BNN) bekerja maksimal untuk memutus rantai pasokan serta peredaran tramadol dan obat-obatan keras ilegal lainnya.

“Pokoknya aparat harus mampu putus rantai pasokan dan peredaran tramadol ini. Baik itu yang skala pabrik, sampai yang skala warung-warung tramadol. Jangan biarkan barang haram ini jatuh ke tangan masyarakat sedikitpun. Karena ini jelas merusak,” tegas Sahroni.

Dia menekankan bahwa pemberantasan tidak cukup hanya dengan menggerebek tempat produksi dan menangkap tersangka. Aparat juga perlu menelusuri sumber bahan baku hingga jalur distribusi untuk mencegah aktivitas serupa kembali terjadi.

Pengungkapan pabrik obat keras ilegal di Bandung ini menjadi perhatian karena besarnya potensi produksi yang ditemukan. Penelusuran lebih lanjut diharapkan dapat mengungkap jaringan pemasok dan peredaran yang diduga terlibat dalam kasus tersebut.

Editor: Wahab Firmansyah

Related News

Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.

Latest News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut