Bantu Myanmar Atasi Covid-19, Indonesia Salurkan Alkes Asli Produksi Indonesia Senilai Rp 2,8 Miliar

Riezky Maulana
.
Selasa, 21 September 2021 | 08:06 WIB
Ilustrasi: Pekerja menyelesaikan pembuatan salah satu unit alat kesehatan rumah sakit (Foto: Antara/Umarul Faruq).

iNews.id - Pemerintahan Republik Indonesia akan menyalurkan bantuan kemanusiaan ke Myanmar guna menanggulangi masalah Covid-19 di negaranya. 

Adapun besaran bantuan tersebut senilai USD 200 ribu yang disalurkan melalui ASEAN Coordinating Centre for Humanitarian Assistance on Disaster Management (AHA Centre).

Dikutip dari laman resmi Kementerian Luar Negeri, Selasa (21/9/2021) kontribusi tersebut disampaikan dalam bentuk barang kesehatan asli produksi Indonesia yaitu berupa masker KN95, sarung tangan medis, dan Alat Pelindung Diri (APD).

Menteri Luar Negeri (Menlu) Retno Marsudi menegaskan posisi Indonesia bahwa bantuan kemanusiaan adalah salah satu komponen penting untuk mengatasi tiga krisis sekaligus yang sedang terjadi di Myanmar. 

Antara lain politik, ekonomi, dan kemanusiaan, yang kemudian krisis itu diperparah dengan situasi pandemi Covid-19.

"Pengiriman bantuan kemanusiaan ke Myanmar adalah langkah awal tidak hanya untuk menghadapi situasi kemanusiaan, namun juga untuk mencapai resolusi politik di Myanmar," ujar Retno Marsudi pada Pledging Conference.

Adapun bantuan disalurkan melalui handover ceremony oleh AHA Centre kepada Myanmar Red Cross Society (MRCS) pada 15 September 2021. 

Bantuan gelombang pertama pad Fase satu senilai USD 1,1 juta akan didistribusikan di akhir bulan September ini. 

Sedangkan Fase kedua akan dimulai pada Tahun 2022 dan akan terdiri dari bantuan yang lebih beragam.

Di kesempatan yang sama, Utusan Khusus Ketua ASEAN untuk Myanmar Dato Erywan Pehin Yusof mengajak dunia internasional untuk ikut serta mendukung upaya ASEAN.

Dia menegaskan bahwa pemberian bantuan kemanusiaan ini adalah cerminan dari "ASEAN Way" serta komitmen membantu keluarga ASEAN yang sedang kesulitan.

"Pemberian bantuan kemanusiaan kepada Myanmar ini merupakan tindak lanjut dari kesepakatan Five-Point Consensus pada ASEAN Leader's Meeting yang diselenggarakan pada 24 April 2021," ucap Erywan.

Editor : Fatiha Eros Perdana

Follow Berita iNews Bekasi di Google News

Bagikan Artikel Ini