RSUD Kota Bekasi Terjerat Utang Rp70 Miliar, DPRD Minta Penjelasan

Wahab Firmansyah
RSUD dr Chasbullah Abdul Madjid Kota Bekasi memiliki utang Rp70 miliar. Foto/Istimewa

BEKASI, iNewsBekasi.id- DPRD Kota Bekasi akan meminta penjelasan jajaran Direksi Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dr. Chasbullah Abdul Madjid (CAM) Kota Bekasi terkait utang rumah sakit yang mencapai sekitar Rp70 miliar. Langkah ini dilakukan sebagai bentuk pengawasan terhadap pengelolaan keuangan rumah sakit milik pemerintah daerah tersebut.

Ketua Komisi IV DPRD Kota Bekasi, Wildan Fathurrahman, mengatakan pihaknya telah menggelar rapat internal dan segera menjadwalkan pertemuan dengan mitra kerja Komisi IV, termasuk manajemen RSUD CAM.

“Kami juga sudah rapat internal di Komisi IV, akan segera melakukan rapat dengan mitra-mitra Komisi IV, tentu salah satunya kita akan rapat dengan RSUD,” ungkap Wildan Fathurrahman, Selasa (13/1/2026).

Menurut Wildan, pembahasan rapat tidak hanya akan menyoroti persoalan utang, tetapi juga berbagai isu publik yang tengah berkembang terkait pelayanan dan pengelolaan rumah sakit. “Jadi selain pembahasan utang, kita akan bahas juga isu-isu terkini,” katanya.

Wildan menegaskan, persoalan utang yang dialami RSUD Kota Bekasi bukanlah masalah baru. Meski demikian, ia menilai persoalan tersebut harus segera ditangani secara serius agar tidak berdampak pada layanan kesehatan kepada masyarakat.

Sebagai langkah penyelesaian, DPRD mendorong manajemen RSUD CAM untuk memiliki skema pengelolaan anggaran yang jelas, termasuk penerapan efisiensi anggaran tanpa mengganggu kualitas pelayanan.

“Kami mendorong agar manajemen punya skema-skema efisiensi maupun skema-skema, kalau kami ingat istilah COVID itu refocusing anggaran, yang tentu ini tidak akan mengganggu terhadap aktivitas pelayanan,” jelasnya.

Sementara itu, Wakil Direktur Pelayanan RSUD dr. Chasbullah Abdul Madjid (CAM), dr. Sudirman, membenarkan adanya utang operasional tersebut. Ia menyebut utang senilai sekitar Rp70 miliar itu merupakan kewajiban rumah sakit kepada sejumlah vendor.

“Iya iya, angkanya sekitar segitu (Rp 70 Miliar) itu semacam utang operasional ya. Buat gas medis, laboratorium,” kata dr. Sudirman.

 

Editor : Wahab Firmansyah

Bagikan Artikel Ini
Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.
News Update
Kanal
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
MNC Portal
Live TV
MNC Network