Perwakilan pengembang Nebraska Terrace, Altaf, menyampaikan bahwa pihaknya telah melakukan sejumlah upaya mitigasi, termasuk pembangunan dinding penahan. Namun, banjir tetap terjadi akibat arus balik dari Kanal Cikarang Bekasi Laut (CBL).
“Kami tetap bertanggung jawab dengan menyediakan tempat pengungsian, dapur umum, serta bantuan pembersihan dan perbaikan rumah warga,” katanya.
Sementara itu, Plt Bupati Bekasi Asep Surya Atmaja mengakui bahwa persoalan tata ruang dan buruknya sistem aliran air menjadi penyebab Kabupaten Bekasi hampir setiap tahun dilanda banjir.
Menurut Asep, sekitar 85 persen wilayah terdampak banjir merupakan kawasan perumahan, dengan 51 desa dan 216 titik dilaporkan mengalami genangan.
“Artinya, ada perencanaan tata ruang yang harus dibenahi. Banjir ini tidak bisa terus dibiarkan, harus ada solusi konkret,” ujarnya.
Asep menambahkan, salah satu penyebab utama banjir adalah meluapnya Kali Cikarang Bekasi Laut (CBL). Saat debit air meningkat, sungai-sungai kecil di sekitarnya tidak mampu menampung aliran sehingga terjadi antrean air.
Selain itu, banyak perumahan dibangun di kawasan rawan banjir dan mengalami genangan secara rutin. Kondisi ini menunjukkan adanya kesalahan perencanaan jangka panjang yang kini harus segera dibenahi secara menyeluruh oleh seluruh pemangku kepentingan.
Editor : Wahab Firmansyah
Artikel Terkait
