4. Madrasah Nahdlatul Wathan (MNW), Surabaya
Madrasah Nahdlatul Wathan berdiri pada tahun 1916 di Surabaya atas prakarsa K.H. Wahab Hasbullah. Sebelum mendirikan madrasah, K.H. Wahab Hasbullah bertemu dengan Mas Mansur, tokoh muda yang baru kembali dari Mesir.
Keduanya kemudian sepakat mendirikan organisasi Jam’iyyah Nahdlatul Wathan guna meningkatkan mutu pendidikan Islam melalui sistem madrasah. Organisasi tersebut memperoleh status legal pada tahun yang sama dan mendirikan madrasah resmi di Surabaya.
5. Madrasah Qudsiyah, Kudus
Madrasah Qudsiyah di Kudus didirikan pada tahun 1919 oleh para ulama terkemuka sebagai respons atas kebutuhan pendidikan Islam yang kuat di masa penjajahan.
Madrasah ini dipimpin oleh K.H.R. Asnawi sebagai kepala sekolah, serta didirikan bersama tokoh-tokoh seperti K.H. Shafwan Duri, K.H. Kamal Hanbali, R.H. Dahlan, dan H. Zaini Asnawi. Keberadaannya menjadikan Madrasah Qudsiyah sebagai salah satu pusat pendidikan Islam penting di Jawa Tengah.
Madrasah-madrasah tersebut menunjukkan bahwa tradisi pendidikan Islam di Indonesia telah berkembang sejak lebih dari satu abad lalu dan terus memberi pengaruh hingga saat ini.
Editor : Wahab Firmansyah
Artikel Terkait
