Tri Adhianto menegaskan bahwa dirinya dan jajaran Pemerintah Kota Bekasi tidak akan membuat laporan resmi ke kepolisian atas kejadian tersebut. Sebagai kepala daerah, ia memandang peristiwa ini dari sudut pandang pembinaan masyarakat, bukan represif.
Ia merasa perlu menyadarkan warganya dengan cara yang lebih halus karena menganggap setiap warga adalah bagian dari saudara yang mungkin sedang berada dalam kondisi emosional tertentu.
Peristiwa ini sendiri bermula saat Pemerintah Kota Bekasi sedang melaksanakan penertiban Pedagang Kaki Lima (PKL) di wilayah Teluk Pucung. Kejadian tersebut sempat terekam kamera dan viral di media sosial, memperlihatkan petugas Satpol PP yang tengah menertibkan kotak besi penyimpanan kelapa di pinggir jalan.
Di tengah proses pembongkaran itulah, seorang pria berbaju merah muncul dengan membawa sebilah golok karena merasa tidak terima dengan tindakan petugas, sebelum akhirnya situasi berhasil dikendalikan tanpa menimbulkan korban jiwa.
Editor : Vitrianda Hilba SiregarEditor Jakarta
Artikel Terkait
