Hensa melihat, Bahlil kerap kali menceritakan terkait dengan latar belakang dan juga perjuangannya di dunia politik yang tujuannya bisa jadi untuk menginspirasi masyarakat.
Tak hanya itu, Ketua Umum Partai Golkar itu juga dinilai terlihat solutif dalam permasalahan-permasalahan kebijakan publik.
Meski begitu, ia menilai cara Bahlil menyampaikan pesan atau pun komunikasi publiknya cenderung tidak berpihak kepada masyarakat, sehingga kerap kali menimbulkan sentimen negatif dari publik.
"Saat ini, justru saya melihat Bahlil cara komunikasinya terlalu mewakili kaum elite, tidak seperti pada saat ia bercerita dan perjuangannya yang di mana ia memulai dari sekedar masyarakat biasa, itu yang membuat publik cenderung memberikan sentimen negatif terhadap dirinya," kata Hensa.
Untuk itu, menurutnya, jika Bahlil mengubah cara berkomunikasinya seperti ketika ia kerap menceritakan latar belakang dirinya, maka bisa jadi sang ketua umum partai berlogo pohon beringin itu pelan-pelan akan mengambil hati masyarakat.
Editor : Vitrianda Hilba SiregarEditor Jakarta
Artikel Terkait
