Zulhas Pastikan Program Prabowo Tepat Sasaran, Ada MBG, Koperasi Desa hingga Pasar Karbon

Wahab Firmansyah
Menko Bidang Pangan Zulkifli Hasan. Foto/Istimewa

JAKARTA, iNewsBekasi.id- Kementerian Koordinator Bidang Pangan (Kemenko Pangan) memastikan berbagai program prioritas Presiden Prabowo Subianto berjalan efektif. Penguatan koordinasi lintas kementerian, lembaga, dan pemerintah daerah menjadi langkah utama untuk memastikan target pemerintah dapat tercapai.

Saat ini, Kemenko Pangan mengoordinasikan enam kementerian dan lembaga dalam pelaksanaan lima program prioritas, yakni Program Pangan, Makan Bergizi Gratis (MBG), Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) beserta Koperasi Nelayan Merah Putih, Waste to Energy, dan Pasar Karbon.

Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan mengatakan, peran utama kementeriannya bukan menjalankan aspek teknis setiap program, melainkan memastikan kebijakan antarkementerian dan pemerintah daerah berjalan selaras.

"Tugas kita mengawal, memastikan program-program Presiden bisa berjalan dengan baik. Bukan teknisnya, tetapi koordinasi, sinkronisasi aturan antara kementerian, lembaga, pemerintah pusat, gubernur, dan bupati agar seluruh kebijakan bisa berjalan baik dan hasilnya sesuai target yang ingin dicapai," kata Zulkifli dalam dialog FMB9 bertajuk Orkestrasi Kemenko Pangan: Mendorong Akselerasi Program, dikutip Senin (30/8/2026).

Menurut pria yang akrab disapa Zulhas itu, koordinasi lintas sektor menjadi kunci karena program-program prioritas pemerintah melibatkan banyak kementerian, lembaga, serta pemerintah daerah dengan kewenangan berbeda.

Karena itu, Kemenko Pangan aktif mempertemukan berbagai pemangku kepentingan untuk menyelesaikan hambatan regulasi maupun persoalan implementasi di lapangan.

Pendekatan koordinatif tersebut diterapkan Kemenko Pangan, terutama dalam memperkuat ketahanan pangan nasional yang menjadi salah satu agenda utama pemerintah.

Sejumlah kebijakan telah dilakukan, mulai dari penyederhanaan regulasi penyaluran pupuk bersubsidi, perbaikan sistem irigasi, penetapan harga pembelian gabah yang lebih berpihak kepada petani, hingga percepatan pembangunan sawah baru.

Kebijakan tersebut ditujukan untuk meningkatkan produktivitas pertanian sekaligus memperkuat kesejahteraan petani.

Menurut Zulhas, keberpihakan kepada petani menjadi fondasi penting dalam mewujudkan swasembada pangan dan mengurangi ketergantungan terhadap impor.

Editor : Wahab Firmansyah

Halaman Selanjutnya
Halaman : 1 2 3

Bagikan Artikel Ini
Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.
News Update
Kanal
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
MNC Portal
Live TV
MNC Network