Bank Dunia Sebut 64,2% Warga RI Miskin, Kok BPS Cuma 8,07%? Ini Penjelasannya

Rohman Wibowo
Perbedaan angka kemiskinan Indonesia antara Bank Dunia dan Badan Pusat Statistik (BPS) menjadi sorotan. Foto: Ilustrasi/Okezone

JAKARTA, iNewsBekasi.id - Perbedaan angka kemiskinan Indonesia antara Bank Dunia dan Badan Pusat Statistik (BPS) menjadi sorotan. Bank Dunia memperkirakan sebanyak 64,2 persen penduduk Indonesia masih berada di bawah garis kemiskinan berdasarkan standar internasional.

Angka tersebut terlihat jauh berbeda dengan data resmi BPS yang mencatat tingkat kemiskinan Indonesia sebesar 8,07 persen pada Maret 2026.

Lantas, mengapa terdapat perbedaan yang sangat besar antara angka kemiskinan versi Bank Dunia dan BPS?

BPS menjelaskan angka 64,2 persen merupakan estimasi Bank Dunia untuk 2026 dengan menggunakan batas kemiskinan internasional sebesar 8,30 dolar AS per kapita per hari berdasarkan Purchasing Power Parity (PPP) 2021.

Sementara itu, berdasarkan penghitungan resmi BPS, jumlah penduduk miskin Indonesia pada Maret 2026 mencapai 22,93 juta orang atau 8,07 persen dari total penduduk.

BPS menegaskan kedua angka tersebut tidak dapat dibandingkan secara langsung karena menggunakan indikator, metodologi, dan tujuan pengukuran yang berbeda.

Deputi Bidang Statistik Sosial BPS M. Nashrul Wajdi menjelaskan kalkulasi Bank Dunia tidak menggunakan garis kemiskinan nasional Indonesia sebagai dasar penghitungan.

“Angka 64,2 persen merupakan perkiraan penduduk Indonesia yang pengeluarannya berada di bawah 8,30 dolar AS per kapita per hari menurut Bank Dunia. Garis kemiskinan tersebut dihitung berdasarkan standar yang ditetapkan World Bank, bukan garis kemiskinan nasional yang digunakan di Indonesia,” kata Nashrul dalam keterangan resmi, Kamis (3/9/2026).

“Nilainya ditetapkan berdasarkan standar kemiskinan yang umum digunakan di negara-negara dalam kelompok pendapatan menengah atas, dan digunakan terutama untuk membandingkan kondisi antarnegara,” ungkapnya.

Editor : Wahab Firmansyah

Halaman Selanjutnya
Halaman : 1 2

Bagikan Artikel Ini
Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.
News Update
Kanal
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
MNC Portal
Live TV
MNC Network