JAKARTA, iNewsBekasi.id - Volume sampah dari Jakarta yang masuk ke Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) Bantargebang turun sekitar 500 ton per hari. Penurunan ini terjadi setelah TPST Bantargebang hanya menerima sampah residu.
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung mengatakan kondisi tersebut menjadi salah satu progres positif dalam penanganan sampah Jakarta. Kebijakan ini juga dilakukan setelah diterbitkannya Instruksi Gubernur (Ingub) Nomor 5 Tahun 2026 tentang Gerakan Pemilahan dan Pengelolaan Sampah dari Sumber.
"Seperti yang sudah saya sampaikan, dengan Ingub Nomor 5 Tahun 2026 tentang Pilah Sampah, sekarang ini ada penurunan angka cukup signifikan di Bantargebang. Turun kurang lebih 500 ton per hari," kata Pramono di Balai Kota Jakarta, Kamis (3/9/2026).
Pramono menjelaskan penurunan volume sampah Jakarta yang dikirim ke TPST Bantargebang berkaitan dengan kebijakan baru yang membatasi penerimaan sampah menjadi hanya residu.
Dengan kebijakan tersebut, sampah yang masih dapat dipilah dan dimanfaatkan tidak seluruhnya berakhir di TPST Bantargebang. Pemilahan dari sumber menjadi salah satu langkah penting untuk mengurangi beban pengelolaan sampah di fasilitas tersebut.
Kebijakan ini sekaligus menjadi bagian dari upaya Pemprov DKI Jakarta mendorong pengelolaan sampah sejak dari sumbernya.
Editor : Wahab Firmansyah
Artikel Terkait
