Direktur Eksekutif Indonesia Political Review (IPR), Iwan Setiawan, menilai relasi Presiden ke-7 RI Jokowi dengan konglomerat Prajogo Pangestu dan Franky Oesman Widjaja relevan dicermati karena jejak investasi besar mereka di PSN dan IKN mencerminkan keterikatan modal dengan kebijakan negara.
Meski irisan kepentingan bisnis dan dinamika kekuasaan berpotensi memberi dimensi politik pada gejolak pasar saham, dugaan manuver politik di balik IHSG tetap harus diuji berbasis data objektif.
Oleh karena itu, OJK dan BEI didorong menyelidiki indikasi transaksi tak wajar atau manipulasi pasar, sementara pemerintahan Presiden Prabowo Subianto diharapkan menjamin transparansi pasar modal dari pertarungan elite serta mengkritisi warisan kebijakan investasi demi kepentingan publik.
Editor : Vitrianda Hilba Siregar
Artikel Terkait
