Raja Salman Mengasingkan Diri di Istana Gurun Selama 482 Hari Berturut-turut, Ada Apa?

Muhaimin, SINDONEWS
.
Kamis, 09 Desember 2021 | 13:53 WIB
Raja Salman bin Abdulaziz al-Saud, pemimpin Kerajaan Arab Saudi. (Foto: SPA/REUTERS)

Istana MBS dan Raja Salman di Neom adalah dua dari lima istana yang ditugaskan pemerintah Arab Saudi untuk keluarga kerajaan pada tahun 2018.

MBS sudah menjadi penguasa de facto Arab Saudi, dan kenyataannya adalah bahwa sedikit yang akan berubah dalam hal menjalankan negara sehari-hari ketika dia menjadi raja.

Sejak menjadi putra mahkota pada Juni 2017, MBS sibuk menata kembali Arab Saudi dengan mereformasi sektor ekonomi, hiburan, dan pariwisata.

Putra Mahkota Arab Saudi secara historis memiliki kekuatan besar, tetapi MBS telah melampaui banyak pendahulunya dalam hal ambisi dan pengaruh.

Namun, sebagian alasan MBS tidak menghadapi oposisi publik terhadap pemerintahannya adalah karena dia telah menindak mereka.

Pada akhir 2017, lusinan bangsawan ditangkap dan ditahan di hotel Ritz-Carlton Riyadh sebagai bagian dari gerakan “anti-korupsi” yang dipimpin oleh MBS.

Pada tahun 2020, Mohammed bin Nayef, mantan putra mahkota, ditangkap dan ditempatkan di bawah tahanan rumah. Para bangsawan yang dianggap memiliki hubungan dengan Mohammed bin Nayef, seperti Pangeran Faisal bin Abdullah al-Saud dan Putri Basmah binti Saud, telah menghilang dari mata publik selama lebih dari setahun.

Follow Berita iNews Bekasi di Google News

Halaman : 1 2 3 4
Bagikan Artikel Ini