Sosok KH Muchtar Thabrani, Ulama Bekasi yang Mengubah Kampung Halaman Jadi Pusat Ilmu!
Beberapa karya yang sempat beliau tulis adalah: “Targhiib Al-Ikhwan fii fadhillah ‘ibaadaati Rajab wa sya’baan wa Ramadhaan, Tanbiih Al-Ghafiil fii At-Taththawu’aat wa Al-‘ibaadaat wa An-Nawaafil, Da’watul Ummah Ila Mahabbati Ali An-Nubuuwati, Is’aful ghofiliin Al Mutkhayiriin Wa At- Tholibiin dan lain-lain.
Sekian tahun sudah KH. Muchtar Thabrani mengajar, dan telah memiliki banyak murid yang tersebar diberbagai pelosok, akhirnya, tiba waktunya bagi beliau beristirahat untuk selama-lamanya. Pada Tahun 1971, beliau wafat dengan penyakit kanker di leher.
Sebelum wafat, beliau sempat mengumpulkan putra-putrinya untuk membaca surat Yasin. Surat Yasin selesai, dilanjutkan surat tabarok (Al-Mulk), setelah selesai beliau meminta putra-putrinya untuk mencium tangannya satu-persatu. Saat ciuman terakhir putrinya, beliau pun wafat dengan wajah berseri-seri.
Setelah kewafatannya, murid-murid, sahabat, maupun orang yang hanya mendengar ke’aliman beliau datang dari berbagai daerah guna berziarah ke makam beliau dan berdoa.
Kini Pondok Pesantren yang pernah beliau rintis, yang sekarang menjadi Pondok Pesantren Annur tetap teguh berdiri dalam memperjuangkan dakwah Islam, guna membentuk kader-kader Kiai yang berwawasan Intelektual; Intelektual yang berwawasan Kiyai.
Sebagai penghormatan dan penghargaan masyarakat atas perjuangan dakwah beliau, nama KH. Muchtar Thabrani pun diabadikan sebagai nama jalan di Kaliabang Nangka Bekasi Utara.
Editor : Wahab Firmansyah