get app
inews
Aa Text
Read Next : Prabowo Heran Ada Pihak yang Nyinyir Hasil Negosiasi Tarif 19 Persen AS

Profil Nicolas Maduro, Presiden Venezuela yang Ditangkap Militer AS dan Dibawa ke New York

Minggu, 04 Januari 2026 | 10:03 WIB
header img
Nicolas Maduro kembali menjadi sorotan dunia setelah ditangkap oleh militer AS dalam serangan besar-besaran pada Sabtu (3/1) (Foto: AP)

Tuduhan Kejahatan Narkoba dan Ketegangan dengan AS

Hubungan antara Karakas dan Washington terus memburuk selama bertahun-tahun. AS secara terbuka mendukung oposisi Venezuela dan menyerukan perubahan rezim. Ketegangan tersebut mencapai puncaknya dengan penangkapan Maduro oleh militer AS.

Pemerintah AS menuduh Maduro berkolusi dengan jaringan kriminal internasional, termasuk Tren de Aragua, Kartel Sinaloa, dan Cartel de los Soles, untuk memasok kokain—termasuk yang dicampur fentanyl—ke pasar Amerika Serikat.

Bahkan, AS sempat menggelar sayembara bagi siapa pun yang memberikan informasi yang mengarah pada penangkapan Maduro. Nilai hadiah tersebut dinaikkan dari 25 juta dolar AS menjadi 50 juta dolar AS, atau sekitar Rp814 miliar.

Reaksi Dunia Internasional

Penangkapan Nicolas Maduro memicu reaksi keras dari negara-negara sekutu Venezuela, seperti Rusia, China, dan Iran, yang menilai langkah AS sebagai pelanggaran kedaulatan negara. Sementara itu, di dalam negeri, pendukung Maduro menggelar demonstrasi, sedangkan kelompok oposisi melihat peristiwa ini sebagai peluang terjadinya perubahan besar di Venezuela.

Editor : Wahab Firmansyah

Follow Whatsapp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
Lihat Berita Lainnya
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut