Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei Tewas dalam Serangan AS-Israel
TEHERAN, iNewsBekasi.id– Pemerintah Iran resmi menetapkan 40 hari masa berkabung nasional atas wafatnya Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei, pada Minggu (1/3/2026).
Khamenei dilaporkan tewas dalam serangan yang disebut dilakukan oleh Amerika Serikat (AS) dan Israel ke wilayah Iran. Selain masa berkabung, pemerintah juga menetapkan tujuh hari libur nasional untuk mengenang sosok yang telah lama memimpin Republik Islam Iran tersebut.
Berdasarkan laporan kantor berita AP, televisi pemerintah Iran menyebut Khamenei berada di kompleks kediamannya di pusat Kota Teheran ketika serangan awal dimulai.
Kematian Khamenei di kantornya disebut sebagai simbol komitmen kepemimpinan yang tetap berdiri bersama rakyat dan berada di garis depan tanggung jawabnya dalam menghadapi tekanan global.
“Kepada rakyat Iran yang mulia dan bangga: Dengan duka cita yang mendalam, kami ingin memberitahukan kepada Anda bahwa setelah serangan biadab oleh pemerintah kriminal Amerika dan rezim Zionis yang jahat, teladan sejati iman, jihad, dan perlawanan, Pemimpin Tertinggi Revolusi, Ayatollah Agung Khamenei, telah berpulang dengan syahid,” kata pembawa acara saat membacakan pengumuman resmi di televisi pemerintah.
Korps Garda Revolusi Iran atau Islamic Revolutionary Guard Corps (IRGC) melalui Kantor Berita Fars menyatakan duka mendalam atas kepergian Khamenei.
IRGC menyebut kematian tersebut sebagai bentuk legitimasi atas kepemimpinannya selama ini.
“Kemartiran Khamenei di tangan teroris paling kejam dan algojo kemanusiaan adalah tanda legitimasi pemimpin besar ini dan penerimaan atas pengabdiannya yang tulus," kata IRGC.
Penetapan 40 hari masa berkabung nasional menunjukkan besarnya pengaruh Khamenei dalam struktur politik dan keagamaan Iran. Situasi ini juga diperkirakan akan berdampak pada stabilitas kawasan Timur Tengah, mengingat posisi Iran dalam dinamika geopolitik global.
Hingga saat ini, otoritas Iran terus meningkatkan kewaspadaan keamanan di berbagai wilayah strategis.
Editor : Wahab Firmansyah