get app
inews
Aa Text
Read Next : Dari Perang Badar hingga Pembebasan Andalusia, Ini Peristiwa Penting yang Terjadi Saat Ramadan

3 Pendapat Ulama tentang Turunnya Al-Qur’an yang Jarang Diketahui

Kamis, 05 Maret 2026 | 15:07 WIB
header img
Banyak umat Islam memperingati Nuzulul Quran pada 17 Ramadan setiap tahunnya. Foto/Ilustrasi/Istimewa

BEKASI, iNewsBekasi.id – Banyak umat Islam memperingati Nuzulul Quran pada 17 Ramadan setiap tahunnya. Namun muncul pertanyaan yang sering dibahas dalam kajian keislaman: apakah benar peristiwa turunnya Al-Qur’an terjadi tepat pada tanggal tersebut?

Pertanyaan ini menarik karena dalam Surat Al-Qadr disebutkan bahwa Al-Qur’an diturunkan pada malam Lailatul Qadar, yang diyakini berada pada sepuluh malam terakhir bulan Ramadan. Hal ini juga diperkuat oleh sabda Rasulullah Shallallahu Alaihi Wassalam yang menyebutkan bahwa Lailatul Qadar terjadi pada sepuluh malam terakhir Ramadan.

Di sisi lain, tradisi umat Islam di Indonesia dan berbagai negara memperingati Nuzulul Quran pada tanggal 17 Ramadan.

Penjelasan Ulama tentang Cara Turunnya Al-Qur’an

Ahmad Zarkasih, Lc dalam bukunya “Meraih Lailatul Qadar, Haruskah I’tikaf?” menjelaskan bahwa para ulama membahas metode turunnya Al-Qur’an dengan istilah kaifiyah al-tanzil.

Dalam kitab al-Burhan fi ‘Ulum al-Qur’an, Imam Badruddin al-Zarkasyi menyebutkan terdapat tiga pendapat ulama mengenai cara turunnya Al-Qur’an.

1. Turun Sekaligus ke Langit Dunia, Lalu Berangsur kepada Nabi

Pendapat pertama menyatakan bahwa Al-Qur’an diturunkan sekaligus pada malam Lailatul Qadar dari Lauh Mahfudz ke Baitul Izzah (langit dunia).

Setelah itu, Al-Qur’an diturunkan secara berangsur-angsur melalui Malaikat Jibril kepada Nabi Muhammad SAW selama sekitar 20 hingga 23 tahun, dimulai dengan lima ayat pertama Surat Al-Alaq.

2. Turun Bertahap ke Langit Dunia Selama 23 Tahun

Pendapat kedua menyebutkan bahwa Al-Qur’an turun secara bertahap ke Baitul Izzah selama 20 atau 23 malam Lailatul Qadar.

Setelah seluruhnya terkumpul di langit dunia, Malaikat Jibril kemudian menurunkannya secara bertahap kepada Nabi Muhammad SAW selama masa kenabian.

3. Turun Langsung kepada Nabi secara Bertahap

Pendapat ketiga menyatakan bahwa Al-Qur’an langsung diturunkan kepada Nabi Muhammad SAW secara berangsur-angsur selama lebih dari 20 tahun, dimulai pada malam Lailatul Qadar.

Dari ketiga pandangan tersebut, mayoritas ulama (jumhur ulama) cenderung mengikuti pendapat pertama.

Menurut pendapat ini, Al-Qur’an diturunkan sekaligus ke langit dunia pada malam Lailatul Qadar, kemudian diturunkan secara bertahap kepada Nabi Muhammad SAW selama masa kenabian.

“Banyak para ulama yang mengatakan bahwa pendapat inilah yang setidaknya bisa diterima dengan bantahan yang minim,” ujar Ahmad Zarkasih.

Pendapat tersebut juga didasarkan pada riwayat dari Ibnu Abbas yang diriwayatkan oleh Imam Hakim dalam kitab Mustadrak dengan sanad sahih.

Editor : Wahab Firmansyah

Follow Whatsapp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
Lihat Berita Lainnya
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut