3 Pendapat Ulama tentang Turunnya Al-Qur’an yang Jarang Diketahui
Ibnu Abbas menjelaskan bahwa Al-Qur’an turun sekaligus ke langit dunia pada malam Lailatul Qadar, lalu diturunkan secara bertahap kepada Nabi Muhammad SAW selama sekitar 20 tahun.
Salah satu ayat yang menjadi dasar penjelasan tersebut adalah:
وَلَا يَأْتُونَكَ بِمَثَلٍ إِلَّا جِئْنَاكَ بِالْحَقِّ وَأَحْسَنَ تَفْسِيرًا
“Tidaklah orang-orang kafir itu datang kepadamu (membawa) sesuatu yang ganjil, melainkan Kami datangkan kepadamu suatu yang benar dan yang paling baik penjelasannya.” (QS Al-Furqan: 33)
Selain itu, Allah SWT juga berfirman:
وَقُرْآنًا فَرَقْنَاهُ لِتَقْرَأَهُ عَلَى النَّاسِ عَلَىٰ مُكْثٍ وَنَزَّلْنَاهُ تَنْزِيلًا
“Dan Al-Qur'an itu telah Kami turunkan dengan berangsur-angsur agar kamu membacakannya perlahan-lahan kepada manusia dan Kami menurunkannya bagian demi bagian.” (QS Al-Isra: 106)
Dalil Al-Qur’an tentang Turunnya pada Bulan Ramadan
Beberapa ayat Al-Qur’an juga menjelaskan bahwa kitab suci umat Islam tersebut diturunkan pada bulan Ramadan.
شَهْرُ رَمَضَانَ الَّذِي أُنْزِلَ فِيهِ الْقُرْآنُ هُدًى لِلنَّاسِ
“Bulan Ramadan adalah bulan yang di dalamnya diturunkan Al-Qur’an sebagai petunjuk bagi manusia.” (QS Al-Baqarah: 185)
إِنَّا أَنْزَلْنَاهُ فِي لَيْلَةِ الْقَدْرِ
“Sesungguhnya Kami menurunkannya pada malam kemuliaan.” (QS Al-Qadr: 1)
إِنَّا أَنْزَلْنَاهُ فِي لَيْلَةٍ مُبَارَكَةٍ
“Sesungguhnya Kami menurunkannya pada malam yang diberkahi.” (QS Ad-Dukhan: 3)
Para ulama tafsir menjelaskan bahwa “malam yang diberkahi” dalam ayat tersebut merujuk pada malam Lailatul Qadar di bulan Ramadan.
Setelah diturunkan secara lengkap dari Lauh Mahfudz ke Baitul Izzah, Al-Qur’an kemudian diturunkan secara bertahap kepada Nabi Muhammad SAW selama sekitar 23 tahun.
Sebagian ulama menyebutkan bahwa periode tersebut terdiri dari 13 tahun di Mekkah dan 10 tahun di Madinah.
Menurut Ahmad Zarkasih, metode turunnya Al-Qur’an ini menjadi salah satu keistimewaan kitab suci umat Islam.
Kitab-kitab samawi sebelumnya seperti Taurat, Injil, dan Zabur diturunkan sekaligus, sedangkan Al-Qur’an diturunkan secara bertahap untuk menguatkan hati Nabi Muhammad SAW dan memudahkan umat memahami ajaran Islam.
Allah SWT berfirman:
وَقَالَ الَّذِينَ كَفَرُوا لَوْلَا نُزِّلَ عَلَيْهِ الْقُرْآنُ جُمْلَةً وَاحِدَةً
“Berkatalah orang-orang kafir: Mengapa Al-Qur'an itu tidak diturunkan kepadanya sekali turun saja?” (QS Al-Furqan: 32)
Ayat tersebut menjelaskan bahwa turunnya Al-Qur’an secara bertahap memiliki hikmah agar wahyu dapat dipahami dan diamalkan secara perlahan oleh umat manusia.
Editor : Wahab Firmansyah