Perampokan Sadis di Jatibening Bekasi, Rieke Diah Pitaloka Curiga Ada Motif Lebih Besar
Diketahui, Ermanto Usman dan istrinya yang berinisial P (60) menjadi korban penyerangan orang tak dikenal (OTK) di rumah mereka di Bekasi, Jawa Barat. Dalam peristiwa tersebut, Ermanto meninggal dunia di tempat, sementara sang istri mengalami luka serius dan masih menjalani perawatan intensif.
“Bapaknya meninggal dunia di tempat. Ibu lagi dioperasi sampai sekarang. Lagi dalam kondisi kritis,” kata Kasat Reskrim Polres Metro Bekasi Kota, Kompol Andi Muhammad Iqbal kepada wartawan, Senin (2/3/2026).
Menurut Andi, pasangan suami istri tersebut pertama kali ditemukan oleh anak perempuan mereka yang curiga karena tidak dibangunkan sahur seperti biasanya.
Mulanya, anak korban yang bangun sekitar pukul 04.00 WIB merasa heran karena orang tuanya belum membangunkannya untuk sahur. Saat turun ke lantai bawah rumah, ia mendapati kondisi rumah yang gelap dan tidak ada respons dari orang tuanya.
"Nah ketika dia bangun dia kaget, wah ini kan bentar lagi imsak, akhirnya dia turun. Ketika turun dia lihat kok enggak ada jawaban, lampu masih mati," ujar dia.
Saat mencoba membuka pintu kamar orang tuanya, sang anak mendapati gagang pintu sudah dalam kondisi rusak dan tidak bisa dibuka.
"Akhirnya dia keluar minta tolong di warga. Warga enggak ada, kosong karena dini hari kan. Akhirnya teleponlah keluarganya, keluarganya datang. Nah kemudian dia bongkarlah jendela itu," ungkapnya.
Selain menewaskan Ermanto, para pelaku juga diduga mengambil sejumlah barang milik korban. Berdasarkan keterangan keluarga, barang yang hilang antara lain gelang emas serta dua kunci mobil milik korban.
“Barang yang hilang itu dari keterangan anak korban, gelang emas yang di tangan korban sama kunci mobil, dua kunci mobil. Selebihnya masih kami lakukan pendataan,” jelas Andi.
Kasus perampokan yang menewaskan warga Bekasi ini kini masih dalam penyelidikan aparat kepolisian untuk mengungkap pelaku dan motif di balik kejadian tersebut.
Editor : Wahab Firmansyah