Bea Keluar Batu Bara Ditunda Lagi, Alasan Teknis Disorot di Tengah Tekanan APBN
Keputusan itu kembali tertunda dengan alasan teknis. Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia menyebut perbedaan kualitas batu bara menjadi pertimbangan utama.
“Kan batu bara kalori 6.300 itu cuma 10 persen. Itu yang sekarang harganya 140-145 dolar AS. Tapi yang kalori rendah, yang 4.100, yang 3.400, itu jumlahnya 60-70 persen. Jadi jangan sampai kita salah membuat kebijakan,” ujar Bahlil, Jumat (27/3/2026).
Peneliti senior Transisi Bersih Sisdjiatmo K. Widhaningrat menilai alasan teknis tidak seharusnya menjadi penghambat kebijakan strategis tersebut.
“Sebab, setiap penundaan hanya akan memperpanjang ketimpangan, melemahkan posisi fiskal negara, dan menghambat agenda transisi energi,” katanya, Selasa (31/3/2026).
Menurutnya, bea keluar batu bara tidak hanya berdampak pada jangka pendek, tetapi juga menjadi bagian penting dari strategi transformasi ekonomi menuju energi yang lebih berkelanjutan.
Ia menegaskan, target pertumbuhan ekonomi 8 persen pada 2029 hanya dapat dicapai dengan fondasi fiskal yang kuat.
“Tidak mungkin pertumbuhan tinggi dicapai dengan basis penerimaan negara yang lemah dan tidak optimal,” ujar Sisdjiatmo.
Editor : Wahab Firmansyah