Selamat Ginting Tegaskan Peradilan Militer Tetap Harus Transparan Di Bawah Sistem Demokrasi
JAKARTA, iNewsBekasi.id - Pengamat politik Selamat Ginting menilai anggapan bahwa peradilan militer lebih kejam dibanding peradilan sipil perlu dilihat secara proporsional. Karakter keras dalam peradilan militer merupakan bagian dari upaya menjaga disiplin dan ketahanan negara.
Hak tersebut disampaikan dalam diskusi publik bertajuk “Mengapa Peradilan Militer Itu Kejam?”, yang diselenggarakan Aliansi Mahasiswa Jabodetabek (AMJ), di Lubang Buaya, Jakarta pada Kamis (23/4).
Selamat menjelaskan bahwa peradilan militer tidak bisa disamakan dengan peradilan umum. Menurut dia, sistem tersebut merupakan bagian integral dari pertahanan dan keamanan negara.
“Militer bekerja dalam situasi ekstrem, antara hidup dan mati. Kesalahan kecil bisa berdampak besar, bahkan berujung pada kegagalan operasi dan ancaman terhadap negara,” kata Selamat.
Ia mencontohkan pelanggaran seperti disersi atau pembangkangan yang dalam konteks militer memiliki dampak strategis.
"Pelanggaran tersebut dinilai tidak sekadar kesalahan individu, tetapi dapat membuka celah bagi musuh dan merusak sistem operasi", ucapnya.
Lanjut Selamat, putusan dalam peradilan militer berfungsi sebagai pesan tegas bahwa pelanggaran terhadap disiplin dan loyalitas tidak dapat ditoleransi.
Editor : Vitrianda Hilba Siregar