Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Aa Text
Share:
Read Next : SPPG yang Diduga Sebabkan Keracunan MBG Dilaporkan Polisi, Sahroni: Tak Ada Kompromi!
Advertisement . Scroll to see content

Dokter Internship Meninggal Diduga Karena Kerja Tanpa Libur, Sahroni Minta Kemenkes-Polri Bertindak

Jum'at, 08 Mei 2026 | 21:09 WIB
  • author Wahab Firmansyah
Dokter Internship Meninggal Diduga Karena Kerja Tanpa Libur, Sahroni Minta Kemenkes-Polri Bertindak
Kronologi kematian dr Myta akhirnya diungkap Kementerian Kesehatan. Foto: Instagram

JAKARTA, iNewsBekasi.id- Kasus meninggalnya dokter internship, dr Myta Aprilia Azmy, memicu sorotan tajam terhadap sistem kerja dokter magang di daerah penugasan. Kementerian Kesehatan (Kemenkes) mengungkapkan bahwa dokter internship di Kuala Tungkal disebut tidak pernah mendapatkan hari libur, termasuk almarhumah dr Myta yang tetap menjalankan tugas hingga akhirnya jatuh sakit dan meninggal dunia.

Direktur Jenderal Sumber Daya Manusia Kesehatan Kemenkes, Yuli Farianti, menyebut para dokter internship bahkan masih diwajibkan melakukan visite atau pemeriksaan bangsal selama 2-3 jam pada hari Minggu, yang seharusnya menjadi waktu istirahat.

Menurut Yuli, jika mengacu pada ketentuan resmi, jam kerja dokter internship seharusnya dibatasi maksimal 40 jam per minggu atau 8 jam per hari. Namun dalam praktiknya, aturan tersebut diduga kerap dilanggar dengan alasan tuntutan capaian kinerja.

Yuli juga menyoroti adanya toleransi jam kerja tambahan yang disebut kerap disalahgunakan oleh dokter pendamping internship.

Menanggapi temuan tersebut, Wakil Ketua Komisi III DPR RI, Ahmad Sahroni, meminta aparat penegak hukum bersama Kemenkes melakukan investigasi menyeluruh terkait dugaan pelanggaran di lokasi penugasan internship, termasuk memeriksa rumah sakit serta dokter pendamping yang bertanggung jawab.

Editor: Wahab Firmansyah

Related News

Latest News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut