Dokter Internship Meninggal Diduga Karena Kerja Tanpa Libur, Sahroni Minta Kemenkes-Polri Bertindak
“Kalau benar ada dokter internship dipaksa bekerja melebihi batas aturan sampai tidak diberi waktu istirahat, maka ini sudah masuk adanya dugaan penyalahgunaan wewenang. Rumah sakit tempat penugasan dan dokter pendampingnya wajib diperiksa. Polri bersama Kemenkes harus usut detail, bisa jadi ada tekanan sistematis di dalamnya,” tegas Sahroni dalam keterangannya, Jumat (8/5/2026).
Sahroni menilai, budaya senioritas yang dibangun melalui intimidasi, tekanan, hingga pemaksaan kerja di luar batas aturan tidak lagi relevan dalam dunia kesehatan modern. Menurutnya, pola tersebut justru berpotensi merusak mental tenaga kesehatan muda sekaligus membahayakan keselamatan mereka.
“Lagian budaya senioritas dengan cara intimidasi, tekanan, dan memaksa junior bekerja di luar batas aturan itu sudah tidak zaman. Itu bukan mendidik, tapi merusak mental dan membahayakan keselamatan. Saya minta para dokter internship yang mengalami perlakuan seperti itu jangan takut melapor ke Kemenkes dan juga ke kepolisian. Praktik seperti ini harus dihentikan dan tidak boleh terulang di tempat lain,” ujar Sahroni.
Kasus ini pun menjadi alarm serius bagi evaluasi sistem pendidikan profesi dan penugasan dokter internship di Indonesia, terutama terkait jam kerja, pola pembinaan, serta perlindungan kesehatan mental dan fisik tenaga medis muda.
Editor : Wahab Firmansyah