Soal Sinyal Hijau Sebelum Argo Bromo Tabrak KRL di Bekasi Timur, Ini Kata Menhub Dudy
JAKARTA, iNewsBekasi.id- Menteri Perhubungan (Menhub) Dudy Purwagandhi mengungkapkan bahwa soal sinyal hijau yang diterima KA Argo Bromo Anggrek sebelum takbrak KRL di Stasiun Bekasi Timur.
Dudy menegaskan, proses investigasi terkait sistem persinyalan dan dugaan kesalahan operasional sepenuhnya diserahkan kepada Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT). Hingga kini, pendalaman terhadap penyebab kecelakaan masih berlangsung.
“Masih berlangsung, masih berlangsung. Karena ada beberapa hal juga yang masih didalami,” kata Dudy di PTIK, Jakarta Selatan dalam keterangannya dikutip Sabtu (23/5/2026).
Menurut Dudy, pemerintah belum dapat menyimpulkan adanya kesalahan operator dalam pemberian sinyal hijau kepada KA Argo Bromo Anggrek. Seluruh hasil investigasi akan diumumkan setelah proses penyelidikan KNKT selesai.
“Itu kita serahkan kepada KNKT untuk hasil dan investigasinya. Kemudian karena ada korban jiwa kepolisian juga sudah melakukan penyidikan, itu kami juga serahkan ke kepolisian,” pungkasnya.
Sebelumnya, Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) memaparkan kronologi kecelakaan yang melibatkan KA Argo Bromo Anggrek dan KRL Commuter Line 5568A di Stasiun Bekasi Timur.
Ketua KNKT Soerjanto Tjahjono menjelaskan, masinis KA Argo Bromo Anggrek tetap melaju karena menerima aspek sinyal berwarna hijau, meskipun saat itu terdapat gangguan di lintasan rel.
Dalam rapat bersama Komisi V DPR, Soerjanto membeberkan detail waktu kejadian yang berlangsung sangat cepat antara kecelakaan KRL dengan Taksi Green SM hingga tabrakan antar kereta.
Peristiwa bermula pada pukul 20.45.32 WIB ketika KRL 5568A berangkat dari Stasiun Bekasi menuju Stasiun Bekasi Timur. Selanjutnya, pada pukul 20.48.13 hingga 20.48.29 WIB, KRL mulai masuk dan berhenti di Jalur 1 Stasiun Bekasi Timur.
“Pukul 20.48.29 kejadian tabrakan antara KA 5181 commuter line dengan kendaraan bermotor roda empat (Taksi Green SM) di JPL Bekasi Timur jalur hilir,” kata Soerjanto dalam rapat di ruang Komisi V DPR, Kamis (21/5/2026).
Saat kejadian tersebut, KRL 5568A masih melakukan proses naik turun penumpang. Pada pukul 20.48.53 WIB, KRL sempat bergerak maju sejauh 1,69 meter sebelum akhirnya berhenti kembali.
“Jadi cuman pendek aja, dan berhenti karena masinis melihat kerumunan masyarakat di jalur hulu (tempat KRL tabrakan dengan taksi Green SM),” ujarnya.
Beberapa menit kemudian, tepatnya pukul 20.50.43 WIB, KA Argo Bromo Anggrek melintas langsung di Jalur 3 Stasiun Bekasi dengan kondisi sinyal keluar J12 menunjukkan lampu hijau.
“Pada pukul 20.50.43 KA Bromo Anggrek berjalan langsung di jalur 3 Stasiun Bekasi dengan sinyal keluar J12 ber-aspek hijau,” katanya.
Tabrakan maut akhirnya terjadi pada pukul 20.52.12 WIB ketika KA Argo Bromo Anggrek menghantam bagian belakang KRL Commuter Line 5568A di Stasiun Bekasi Timur.
Editor : Wahab Firmansyah