Gunung Kawi Ramai Dibahas, Pengelola Tegaskan Bukan Tempat Pesugihan
JAKARTA, iNewsBekasi.id – Pengelola wisata religi Gunung Kawi meminta masyarakat menghentikan anggapan yang menyebut kawasan tersebut sebagai tempat pesugihan. Pernyataan itu disampaikan setelah nama Gunung Kawi kembali menjadi perbincangan di media sosial dan dikaitkan dengan isu pesugihan yang menyeret salah satu artis.
Melalui unggahan resmi di akun Instagram @gunungkawistory, pengelola menegaskan bahwa Gunung Kawi sejak lama dikenal sebagai destinasi wisata religi yang menjadi tempat masyarakat berdoa, berziarah, dan mengucapkan rasa syukur.
Mereka menilai stigma yang berkembang selama ini tidak sesuai dengan sejarah maupun nilai-nilai yang dijaga oleh masyarakat setempat.
“Sebagai tempat berdoa, bukan tempat yang ditakuti,” tulis pengelola dalam pernyataan tersebut.
Pengelola menjelaskan, jauh sebelum media sosial dipenuhi berbagai konten sensasional, Gunung Kawi telah menjadi tujuan ribuan peziarah dari berbagai daerah di Indonesia.
Kedatangan para peziarah tersebut juga memberikan dampak positif terhadap perekonomian warga sekitar. Berbagai sektor usaha lokal ikut berkembang, mulai dari pedagang bunga, pemilik warung, pengelola penginapan hingga sopir angkutan.
Selain menjadi lokasi ibadah dan ziarah, Gunung Kawi juga menyimpan warisan budaya serta sejarah yang telah diwariskan secara turun-temurun oleh masyarakat.
“Di sinilah nilai-nilai luhur tetap terjaga, diwariskan, dan terus hidup dari generasi ke generasi. Bagi kami, Gunung Kawi bukanlah kisah yang dibuat-buat. Gunung Kawi adalah rumah,” tulisnya.
Editor : Wahab Firmansyah